AS Buka Sayembara Rp169 Miliar, Cari Lokasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei
Penawaran tersebut diumumkan oleh program Rewards for Justice yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada hari Jumat.
Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS kepada siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Tawaran ini diumumkan melalui program Rewards for Justice yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat.
"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya," ungkap RFJ dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Antara pada Sabtu (14/3).
Selain Mojtaba Khamenei, beberapa nama lain yang juga tercantum dalam daftar tersebut adalah Wakil Kepala Staf Kantor Pemimpin Tertinggi Ali Asghar Hejazi, penasihat Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, serta Menteri Intelijen Esmail Khatib.
"Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," tambah pernyataan tersebut.
Ancaman Serangan Iran jika Mojtaba Khamenei Dibunuh AS
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons yang tegas jika Amerika Serikat berusaha membunuh Mojtaba Khamenei. Pernyataan ini disampaikan Jalali ketika ditanya tentang kemungkinan aksi AS dan Israel yang menargetkan Mojtaba.
Ia juga menekankan bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran saat ini adalah bagian dari respons atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei. "Anda sedang melihat tanggapan Iran hari ini," ujarnya.
Jalali menambahkan bahwa masyarakat Iran sangat menuntut pembalasan atas kematian pemimpin mereka. Ia mengungkapkan bahwa kemarahan publik di Iran semakin meningkat sejak tewasnya Ali Khamenei. Dalam pernyataannya, Jalali memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi yang berat akibat peristiwa tersebut.
"Kami menginginkan pembalasan darah untuk pemimpin kami. Rakyat marah dan menuntut pembalasan atas pertumpahan darah. Amerika telah dan akan menghadapi pembalasan yang berat di masa depan," tegasnya.
Konflik Timur Tengah
Ketegangan semakin meningkat setelah serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari terhadap beberapa target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Akibat serangan tersebut, terjadi kerusakan yang signifikan, banyak korban sipil, dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Setelah kematian Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih menjadi pemimpin baru Iran. Sampai saat ini, pihak berwenang Iran belum mengumumkan adanya perubahan dalam struktur kepemimpinan militer negara tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel awalnya menggambarkan serangan mereka sebagai langkah "pendahuluan" untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua negara tersebut secara terbuka mengungkapkan tujuan yang lebih ambisius, yaitu mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran.