5 Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, 2 Nama Sudah Bocor
Dua dari lima kandidat pelatih untuk Timnas Indonesia sudah diketahui.
Dua dari lima calon pelatih untuk Timnas Indonesia telah diketahui. Calon tersebut adalah Giovanni van Bronckhorst, asisten pelatih Liverpool, dan John Herdman, mantan pelatih Timnas Kanada. Media Inggris, Sky Sports, melaporkan bahwa keduanya sedang dalam proses seleksi untuk mengisi posisi pelatih Timnas Indonesia yang kosong setelah kepergian Patrick Kluivert. Herdman, yang memiliki pengalaman sebagai pelatih di Piala Dunia 2022, bahkan telah menjalani wawancara untuk memimpin tim yang dikenal dengan julukan Garuda. PSSI telah merencanakan untuk melakukan interview terhadap lima kandidat pelatih Timnas Indonesia di beberapa negara di Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, sejak beberapa hari yang lalu.
Masih Dirahasiakan
PSSI tetap berpegang teguh pada keputusan untuk merahasiakan identitas lima calon pelatih Timnas Indonesia dengan alasan menjaga privasi dan antisipasi jika mereka tidak terpilih. Selain Van Bronckhorst dan Herdman, terdapat beberapa pelatih lain yang juga disebut-sebut sebagai kandidat, seperti Jesus Casas dan Felix Sanchez. Jesus Casas adalah mantan pelatih Timnas Irak, sedangkan Felix Sanchez merupakan mantan pelatih Timnas Qatar. Keduanya berasal dari Spanyol dan memiliki pengalaman yang cukup dalam menangani tim nasional. Selain itu, nama Paulo Bento, mantan pelatih Timnas Korea Selatan, juga sempat muncul dalam pembicaraan mengenai calon pelatih.
Wakil Ketua PSSI telah membocorkan informasi
Baru-baru ini, Zainudin Amali yang menjabat sebagai Wakil Ketua PSSI mengungkapkan bahwa salah satu dari lima kandidat pelatih untuk Timnas Indonesia berasal dari Belanda, yang kemungkinan besar merujuk kepada Van Bronckhorst. "Cuma untuk negaranya, ya negara sepak bola lah. Ada dari Belanda, tapi jangan bertanya nama orangnya ya," kata Amali pada 26 November 2025.
Amali menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas kandidat tersebut. "Negara ya. Saya sebut negara. Saya tidak akan menyebut orang. Karena untuk menjaga privasinya. Kami harus menjaga privasi. Jangan nanti yang kami sebut menolak lagi," jelasnya. Dengan demikian, PSSI berusaha untuk menghormati privasi calon pelatih sambil tetap mengedepankan transparansi dalam proses seleksi.