Pengakuan Wartawan Inggris Tentang Piala Presiden 2025: Makanan Enak, Stadion Mirip San Siro, Suporter Mirip di Inggris
Wartawan Inggris, Liam Rice, merasakan keramahan dan pengalaman menarik saat meliput Piala Presiden 2025 di Jakarta dan Bandung.
Turnamen Piala Presiden 2025 bukan hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga menarik perhatian jurnalis internasional. Liam Rice, seorang wartawan dari Inggris, merasakan pengalaman unik dan keramahan selama meliput di Jakarta dan Bandung.
Jurnalis dari Oxford Mail ini sebelumnya memberikan pujian pada hidangan nasi kotak yang disiapkan oleh panitia Piala Presiden 2025. Beberapa hari yang lalu, ia membagikan pengalamannya melalui akun X pribadinya. Unggahannya langsung viral.
Untuk meliput keikutsertaan Oxford United dalam Piala Presiden 2025, Liam melakukan perjalanan ke Bandung untuk menyaksikan langsung pertandingan lanjutan turnamen pramusim di Stadion Si Jalak Harupat.
Dalam perjalanan tersebut, ia juga membagikan pengalaman serunya di Bandung, termasuk ulasan mengenai makanan yang kembali menjadi sorotan. Ternyata, Liam sangat menikmati setiap momen yang ia alami selama meliput Piala Presiden 2025.
Sarapan Tradisional
Setelah tiba di Bandung, Liam terpaksa menyantap sarapan di hotel karena jadwal liputannya yang sangat padat. Dia merasa beruntung karena dapat mencicipi makanan khas daerah tersebut, termasuk nasi.
"Saya harus mulai semuanya tentu dengan sarapan pertama saya di hotel di Bandung, dan itu sungguh luar biasa enak," tulisnya di Oxford Mail.
Dia menemukan berbagai menu yang umum tersedia di hotel, seperti sereal, buah segar, yoghurt, omelet, dan wafel. Namun, Liam memilih untuk mencoba hidangan lokal. Ia mencicipi beberapa terong panggang, jamur, mi, nasi, dan tahu, dan merasakan betapa lezatnya semua itu.
"Saya belum pernah mencicipi tahu yang begitu lezat dan berair, dan itu menjadi awal hari yang luar biasa," imbuhnya.
SJH mirip dengan San Siro
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, dan Liam pun berangkat menuju Stadion Si Jalak Harupat yang berada di selatan Bandung. Dalam perjalanannya, ia sempat singgah di sebuah mini market dan menemukan jersey Timnas Indonesia dengan harga yang sangat terjangkau.
"Setelah itu, saya segera berangkat ke stadion dengan singgah sebentar di mini supermarket, di mana kami diberitahu bisa membeli kaos resmi timnas Indonesia dengan harga fantastis 7. Ya, rasanya sayang kalau tidak membeli dengan harga segitu."
Sesampainya di SJH, ia sangat terkesan dengan keindahan stadion yang megah itu. Ia bahkan mengibaratkan SJH dengan San Siro.
"Empat menara di setiap sudut stadion memberikan kesan mirip San Siro, sementara kedua ujung belakang gawang tanpa atap, menciptakan tampilan terbuka yang elegan."
Selain itu, ia juga mengamati dua tribun utama yang cukup besar, dan meskipun jumlah penonton di stadion berkapasitas 27.000 itu tidak terlalu ramai, suasana tetap terasa hidup dengan ejekan, siulan, dan sorakan keras saat gol-gol tercipta.
Nuansa Seperti Liga Inggris
Pengalaman Liam tidak berhenti di situ. Ia merasa terkejut ketika melihat bahwa gaya para suporter di Indonesia sangat mirip dengan yang sering ia saksikan di Inggris.
"Setelah pertandingan selesai, kami meninggalkan stadion dan bertemu dengan para pendukung Persib Bandung yang akan masuk untuk menyaksikan laga malam mereka."
"Suasana di luar stadion menyerupai pertandingan Sky Bet League One antara dua tim besar di divisi tersebut. Para suporter sangat bersemangat, mengibarkan bendera dan spanduk, bernyanyi serta meneriakkan yel-yel, dan mengenakan pakaian merek Fred Perry atau Stone Island yang biasanya terlihat di stadion-stadion Inggris," tambahnya.
Liam juga mengekspresikan ketertarikan pada kuliner lokal dengan berkata, "Makanan enak dan sepak bola seru, apa yang tidak disukai, ya?"
Sumber: Oxford Mail