Momen 2 Sahabat Diogo Jota Menitikan Air Mata Sebelum Laga Fluminense Vs Al Hilal, Bikin Terenyuh
Dua pemain Al Hilal dari Portugal, Ruben Neves dan Joao Cancelo, tak dapat menahan tangis saat mengheningkan cipta untuk sahabat mereka, Diogo Jota.
Perasaan haru mengisi atmosfer pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 yang mempertemukan Al Hilal dan Fluminense pada Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB. Dalam momen yang penuh emosi ini, dua pemain asal Portugal, Ruben Neves dan Joao Cancelo, tidak dapat menahan tangis mereka saat memberikan penghormatan kepada mendiang Diogo Jota serta adiknya, Andre Silva, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil yang tragis di Spanyol.
Neves dan Cancelo, yang telah menjalin persahabatan erat dengan Jota sejak masa mereka bersama di FC Porto, menghadapi laga ini sebagai pertandingan pertama mereka setelah menerima kabar duka tersebut. Keduanya kini membela klub Arab Saudi, Al Hilal, dan memilih untuk tetap bermain meskipun pelatih Simone Inzaghi telah memberikan mereka opsi untuk tidak tampil jika merasa belum siap secara emosional. Sebelum pertandingan dimulai di Stadion Camping World, Orlando, diselenggarakan satu menit mengheningkan cipta untuk mengenang Diogo Jota dan Andre.
Momen hening tersebut sangat menyentuh hati semua yang hadir, namun terasa paling mendalam bagi Neves dan Cancelo yang jelas terlihat sangat terpukul. Neves menutupi wajahnya dengan tangan, sedangkan Cancelo tampak duduk terdiam dan menyeka air mata sebelum pertandingan dimulai. Kejadian ini menunjukkan betapa besar pengaruh Jota dalam hidup mereka, dan bagaimana kehilangan tersebut mengubah suasana hati para pemain di lapangan.
Persahabatan yang Melampaui Hubungan Tim
Sejak tahun 2016, Neves dan Jota telah membangun hubungan yang sangat akrab ketika keduanya bermain untuk FC Porto. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan karir bersama di Wolverhampton Wanderers pada tahun yang sama, di mana mereka berhasil membawa Wolves promosi dari Championship ke Premier League. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan prestasi tim, tetapi juga semakin memperkuat ikatan mereka baik di dalam maupun di luar lapangan.
Menjelang pertandingan, Ruben Neves mengunggah sebuah pesan yang penuh emosi untuk Jota melalui media sosial. Dalam pesan tersebut, ia menuliskan: "Bro, di mana pun kamu berada, aku tahu kamu akan membaca ini. Mungkin kita jarang berbagi kata-kata akhir-akhir ini, dan aku menyesal. Namun, kamu tahu betapa berharganya kamu bagiku, dan aku juga tahu aku sama pentingnya bagimu."
Ia melanjutkan, "Lebih dari sekadar sahabat, kita adalah keluarga. Dan meski kamu kini telah menandatangani 'kontrak' di tempat yang lebih jauh, kamu akan selalu berada di sisiku --- di meja makan timnas, di bus, di pesawat. Kita tetap bersama, seperti biasa."
Neves juga menyatakan komitmennya untuk selalu mengingat Jota. Ia menambahkan, "Aku pastikan kamu selalu hadir dalam hidupku, dan orang-orang yang kamu cintai tidak akan kekurangan apa pun. Kita pernah mencapai banyak hal bersama, dan masih banyak yang akan kita raih. Mulai hari ini, kamu akan masuk ke lapangan bersamaku." Dalam ungkapannya yang penuh kasih, ia menekankan, "Diogoal, kamu adalah limun favoritku! Amo-te."
Di akhir pesannya, Neves juga mencurahkan perasaannya dengan menulis, "Mereka bilang seseorang benar-benar pergi hanya ketika kita lupa tentangnya. Aku tidak akan pernah melupakanmu." Kata-kata ini menunjukkan betapa dalamnya rasa persahabatan dan keterikatan yang terjalin antara keduanya.
Dunia Sepak Bola Berduka
Kematian mendadak Jota dan Andre telah mengguncang dunia sepak bola secara mendalam. Pada pagi hari Jumat, 4 Juli 2025, banyak pelayat berkumpul untuk mengikuti prosesi duka di Portugal, menjelang pemakaman kedua bersaudara tersebut yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya, Sabtu, pukul 10.00 waktu setempat, di Igreja Matriz de Gondomar, Sao Cosme.
Awalnya, upacara pemakaman ini direncanakan hanya untuk keluarga, namun kemudian dibuka untuk umum agar rekan-rekan serta penggemar bisa memberikan penghormatan terakhir mereka. Di antara para pelayat yang hadir terdapat nama-nama terkenal seperti Bernardo Silva dari Manchester City, Diogo Dalot dari Manchester United, serta perwakilan Liverpool yang dipimpin oleh direktur olahraga Richard Hughes dan sahabat dekat Jota, Joao Moutinho. Kehilangan Jota, yang dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu bersemangat baik di dalam maupun di luar lapangan, meninggalkan luka yang mendalam tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi sahabat-sahabat yang telah menjalani perjalanan panjang bersamanya dalam karier dan kehidupan.
Dalam suasana duka ini, sepak bola lebih dari sekadar permainan --- ia menjadi sarana untuk mengenang, merayakan, dan meratapi sosok yang begitu dicintai oleh banyak orang.
Sumber: Daily Star