Diogo Jota Meninggal: Persahabatan dengan Andy Robertson dan Kisah Panggilan 'MacJota'
Pemain Liverpool dari Skotlandia, Andy Robertson, memberikan penghormatan penuh emosi atas kematian sahabatnya Diogo Jota.
Bek Liverpool asal Skotlandia Andy Robertson mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian sahabatnya Diogo Jota.
Diogo Jota meninggal dunia secara tragis akibat kecelakaan lalu lintas di Zamora, Spanyol, yang juga merenggut nyawa adiknya, Andre Silva, seorang pesepak bola profesional yang bermain di klub divisi dua Portugal, Penafiel.
Berbagai ucapan belasungkawa terus mengalir dari seluruh penjuru dunia. Di antara yang menyampaikan rasa duka adalah Cristiano Ronaldo, Pangeran William, pelatih Liverpool Arne Slot, serta rekan-rekan satu tim Jota, baik yang pernah bermain bersamanya maupun yang saat ini.
Kehilangan ini begitu menyentuh hati banyak orang, menunjukkan betapa besar pengaruh Jota dalam dunia sepak bola dan di hati orang-orang terdekatnya.
Kesedihan Dirasakan Andy Robertson
Salah satu ungkapan duka yang paling menyentuh datang dari Andy Robertson, sahabat dekat sekaligus rekan setim Diogo Jota selama lima tahun di Anfield.
Melalui Instagramnya, Robertson menyampaikan pesan yang penuh kesedihan, mencerminkan betapa mendalamnya kehilangan ini bagi dirinya.
"Yang paling saya pikirkan sekarang adalah keluarga mereka. Kehilangan ini terlalu berat untuk ditanggung," tulis Robertson.
Ia juga menambahkan, "Saya sangat menyesal mereka harus kehilangan dua jiwa berharga—Diogo dan Andre. Kami di tim dan klub akan mencoba melewati ini bersama-sama, seberat apa pun itu."
Persahabatan Robertson dan Jota
Robertson mengenang Jota tidak hanya sebagai seorang atlet yang luar biasa, tetapi juga sebagai teman yang hangat dan rendah hati.
"Saya ingin bercerita tentang sahabat saya. Teman yang saya cintai dan akan sangat saya rindukan," ungkap bek kiri Liverpool tersebut.
"Dia adalah sosok yang baik—sederhana dan autentik. Penuh dengan tawa dan keceriaan."
Panggilan Spesial untuk Diogo Jota
Dia juga berbagi pengalaman kebersamaan yang sederhana tetapi penuh makna. Kegiatan seperti menonton pertandingan darts, mengunjungi arena pacuan kuda, serta memberikan julukan "MacJota" kepada Jota menunjukkan kedekatannya dengan budaya Inggris.
"Dia adalah pemain asing paling 'British' yang pernah saya temui. Kami sering bercanda kalau dia itu sebenarnya orang Irlandia. Saya bahkan mengklaim dia orang Skotlandia! Maka lahirlah panggilan 'Diogo MacJota'," ujarnya.
Dia juga mengenang, "Kami menikmati waktu bersama di Cheltenham tahun ini---itu jadi momen terbaik kami."
Pertemuan terakhir antara Robertson dan Jota
Robertson menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Jota. Itu terjadi pada momen istimewa dalam hidup sang penyerang, yaitu pada hari pernikahannya.
"Terakhir kali saya melihatnya adalah di hari pernikahannya---hari paling bahagia dalam hidupnya. Saya ingin mengingat senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya hari itu. Betapa dia begitu mencintai istri dan keluarganya," ungkap Robertson.
Kenangan tersebut menggambarkan betapa bahagianya Jota pada saat itu, dan bagaimana cinta serta kebahagiaan mengisi hari istimewa tersebut.
Momen berharga ini menjadi salah satu yang akan selalu diingat oleh Robertson, menunjukkan betapa pentingnya hubungan dan kebahagiaan dalam hidup manusia.
Selamat tinggal, Diogo Jota
Ungkapan duka Robertson diakhiri dengan sebuah pesan yang penuh emosi, mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap seorang sahabat sejati:
"Saya masih tak percaya harus mengucapkan selamat tinggal. Terlalu cepat, terlalu menyakitkan. Tapi terima kasih telah hadir dalam hidupku, sobat---dan membuatnya lebih indah. Cinta selalu untukmu, Diogo."
Meskipun Diogo Jota telah pergi, kenangannya akan selalu hidup dalam ingatan sahabat, keluarga, dan penggemar yang mengaguminya. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh Liverpool, tetapi juga oleh seluruh pecinta sepak bola di dunia.
Sumber: Instagram @andyrobertson94