Pecinta sepak bola berduka. Gelandang penyerang The Reds Diogo Jota meninggal dunia setelah Lamborghini yang ditumpanginya bersama sang adik kecelakaan di Spanyol pada Kamis (3/7) waktu setempat.
Tidak hanya Liverpool yang kehilangan penyerangan terbaik mereka. Kepergian secara tiba-tiba Diogo Jota juga menjadi pukulan berat bagi squad Timnas Portugal.
Banyak pihak tak menyangka kecelakaan maut itu telah merenggut nyawa Jota. Bagaimana tidak, di usianya yang terbilang muda, Jota sedang berada di puncak karir. Aksinya kala merobek pertahanan lawan begitu cemerlang dan bakal dirindukan pengagum setianya.
Perjalanan Karir Jota
Sebelum menjadi salah satu bintang di Liverpool dan Timnas Portugal, Jota muda memulai karirnya dari klub sepak bola lokal di tanah kelahirannya di Porto, Portugal.
Mengasah kemampuanya, Jota bergabung dengan klub amatir Gondomar SC. Selama di sana, dia benar-benar mengasah skil-nya. Dia mencicipi berbagai kelompok umur hingga akhirnya tergabung dalam U-19 di tahun 2005 hingga 2013.
Pada tahun 2013, Jota mengembangkan karirnya. Dia bergabung dengan Paços de Ferreira, salah satu klub di liga Portugal. Di sana, dia berhasil mencetak gol pertamanya sekaligus menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah klub.
Prestasi gemilangnya kala itu dilirik Atlético Madrid hingga rela merogoh kocek tujuh juta euro sebagai nilai transfer pada tahun 2016. Namun, ia dipinjamkan ke FC Porto. Di Porto, ia menunjukkan performa makin memakau dengan mencetak 8 gol dalam 27 pertandingan liga dan 1 gol di Liga Champions.
Kariernya Jota makin bersinar saat bergabung dengan Wolverhampton Wanderers pada tahun 2017. Meski awalnya sebagai pemain pinjaman, akhirnya Jota dikontrak secara permanen setelah membantu klub promosi ke Premier League.
Di Wolves, Jota mencetak 44 gol dalam 131 penampilan. Di sinilah karir gemilang menjemputnya.
Pada tahun 2020, Liverpool menggaet Jota dengan nilai transfer sekitar 45 juta poundsterling, Jota langsung mendapatkan posisi penting. Dia menjadi pemain kunci di Liverpool. Sepanjang karirnya di Liverpool, Jota telah mencetak 65 gol dalam 182 penampilan dan memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Premier League, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
Advertisement
Sayangnya, karier cemerlang Diogo Jota berakhir tragis pada 3 Juli 2025, ia meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol . Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman, rekan setim, dan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Jota dikenal sebagai pemain yang berbakat dan memiliki etos kerja yang tinggi, yang membuatnya dicintai oleh banyak orang.
Sebelum tragedi tersebut, nasib Jota di Liverpool sempat dipertanyakan. Ia mengalami badai cedera yang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim utama. Meskipun sempat diminati oleh Arsenal, pelatih Arne Slot lebih sering menempatkan Luiz Diaz di posisi sentral atau false nine, sehingga Jota harus bersaing ketat untuk mendapatkan waktu bermain.
Di musim Liga Inggris 2024/2025, Jota hanya menjadi pemain utama dalam tujuh pertandingan. Namun, ia tetap menunjukkan performa yang menjanjikan saat dipercaya bermain. Jota berusaha keras untuk mempertahankan rekor pribadinya dalam kompetisi Piala FA, meskipun tantangan yang dihadapinya cukup berat.