Bagaimana Xabi Alonso akan Mengubah dan Meningkatkan Performa Real Madrid?
Xabi Alonso diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap strategi Real Madrid melalui pendekatan yang lebih modern serta penambahan pemain baru.
Menjadi pelatih di Real Madrid adalah tugas yang penuh tantangan. Carlo Ancelotti sukses membawa tim meraih gelar Liga Champions dan La Liga pada musim lalu, namun klub memutuskan untuk berpisah dengannya setelah gagal mendapatkan kedua gelar tersebut di musim ini. Saat ini, Real Madrid sudah tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Arsenal di babak perempat final. Di kompetisi La Liga, Barcelona memimpin klasemen dengan keunggulan tujuh poin dan hanya menyisakan tiga pertandingan.
Dalam situasi ini, Real Madrid telah menunjuk mantan gelandang mereka, Xabi Alonso, sebagai pelatih baru, sementara kepindahan Ancelotti ke Timnas Brasil telah dipastikan. Alonso telah menjabat sebagai pelatih Bayer Leverkusen sejak Oktober 2022. Di bawah kepemimpinannya, Leverkusen berhasil meraih gelar Bundesliga pertama mereka pada musim 2023/2024. Selain itu, Alonso juga sukses meraih DFB Cup dan Supercup Jerman 2023/2024, serta mencatatkan rekor Eropa dengan 51 pertandingan kompetitif tanpa kekalahan secara beruntun.
Membuat Sistem
Di Real Madrid, Alonso diharapkan dapat mencapai kesuksesan yang sama, bahkan lebih besar. Untuk mewujudkan harapan tersebut, Alonso harus merancang sistem yang mampu mengoptimalkan permainan Vinicius Junior dan Kylian Mbappe dalam satu tim. Keduanya merupakan dua pemain terbaik di dunia saat ini. Vinicius baru saja dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA 2024, sedangkan Mbappe, yang merupakan pemenang Piala Dunia 2018, telah mencetak 27 gol di La Liga pada musim pertamanya. Meskipun demikian, keduanya jarang terlihat saling berkolaborasi di lapangan. Padahal, jika mereka bisa menemukan irama permainan yang tepat, kombinasi ini berpotensi menjadi ancaman besar bagi tim manapun.
Alonso dikenal dengan penerapan formasi 5-3-2 atau 3-5-2 yang digunakannya di Jerman, yang jelas berbeda dari formasi 4-4-2 atau 4-3-3 yang dipakai oleh Ancelotti. Jika Alonso ingin menerapkan perubahan ini dan mencapai hasil yang diinginkan, maka persiapan yang matang sangatlah diperlukan. Oleh karena itu, ada tiga area yang perlu diperkuat oleh Alonso agar strategi ini dapat berjalan dengan baik. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, diharapkan tim dapat tampil lebih solid dan efektif di lapangan.
Tengah lapangan
Alonso berfokus pada pembentukan tiga bek tengah yang tangguh, agar wingback dapat bermain dengan kecepatan tinggi. Bek-bek ini tidak hanya berfungsi untuk menghentikan serangan lawan, tetapi juga harus memiliki keterampilan dalam penguasaan bola untuk memulai serangan dari lini belakang.
Antonio Rudiger, Raul Asencio, dan Eder Militao merupakan tiga pemain yang berpotensi mengisi posisi tersebut. Namun, sebagai alternatif, Real Madrid mungkin akan mencari pemain baru di bursa transfer untuk memperkuat skuad mereka.
Serangan
Alonso berencana untuk menempatkan dua gelandang di depan tiga bek tengah. Posisi ini akan berfungsi sebagai penghubung antara serangan dan pertahanan, serta berperan dalam menghalangi ruang yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.
Pemain yang diinginkan harus memiliki kemampuan dinamis dan kecepatan berlari yang baik. Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi ini. Di samping itu, Federico Valverde, Arda Gler, dan Dani Ceballos juga menjadi alternatif yang layak. Namun, mengenai kemungkinan Real Madrid untuk mendatangkan Enzo Fernandez dari Chelsea, hal ini masih belum dapat dipastikan.
Sayap belakang yang agresif
Wingback yang dirancang ala Alonso diharapkan menjadi sumber utama dalam serangan tim. Trent Alexander-Arnold akan bergabung dari Liverpool, sementara di sisi kiri, kedatangan pemain baru juga diantisipasi. Dengan pendekatan ini, Alonso berencana untuk memperluas permainan dan memanfaatkan kesempatan serangan balik. Sistem 5-3-2 atau 3-5-2 juga memberikan Alonso kesempatan untuk menempatkan Vinicius dan Mbappe di lini depan, yang dapat menghasilkan kolaborasi yang mengesankan antara keduanya. Jika skenario ini terwujud, lawan akan menghadapi tantangan besar saat berhadapan dengan duo bintang tersebut.
Dengan strategi taktik yang matang dan pemilihan pemain yang tepat, Xabi Alonso memiliki potensi untuk membawa perubahan signifikan serta kesuksesan bagi Real Madrid di masa mendatang. "Sistem 5-3-2/3-5-2 juga akan memungkinkan Alonso memainkan Vinicius dan Mbappe di depan, yang akhirnya bisa menciptakan kolaborasi antara keduanya." Melalui pendekatan ini, diharapkan tim dapat tampil lebih kompetitif dan efektif dalam meraih kemenangan.