Mantan Pelatih Real Madrid Tidak Terkejut Xabi Alonso Dipecat: Tidak Ada yang Bisa Melawan Pemain
Keputusan Real Madrid untuk memberhentikan Xabi Alonso dari posisi pelatih utama ternyata tidak mengejutkan banyak orang.
Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso dari posisi pelatih tidak mengejutkan banyak orang. Salah satu yang merasakan hal ini adalah Mariano Garcia Remon, mantan kiper sekaligus pelatih Los Blancos.
Xabi Alonso secara resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih pada Senin (12/01/2026) waktu setempat, hanya beberapa bulan setelah bergabung dengan Santiago Bernabeu dengan harapan besar dan visi jangka panjang.
Alonso, yang sebelumnya sukses bersama Bayer Leverkusen, direkrut pada musim panas lalu dengan kontrak selama tiga tahun. Kontrak ini diharapkan dapat menjadi simbol stabilitas dan kesinambungan proyek Madrid ke depan.
Namun, harapan yang tinggi terhadap kedatangan mantan gelandang Timnas Spanyol tersebut tidak terwujud. Masalah taktik yang dihadapi, hubungan yang retak dengan pemain bintang, serta kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 menjadi penyebab utama kepergiannya dari Santiago Bernabeu.
Prioritas di Real Madrid
Garcia Remon mengungkapkan tidak merasa terkejut dengan keputusan Real Madrid untuk memecat Xabi Alonso.
Pria yang pernah menghabiskan 15 tahun kariernya di Madrid dan sempat menjabat sebagai pelatih pada tahun 2004 itu menekankan bahwa para pemain selalu menjadi prioritas utama. "
Keputusan dipecatnya Xabi Alonso tidak mengejutkan saya, dan saya bisa memahaminya, karena saya pernah berada di dalam klub," ujar Garcia Remon.
"Tidak ada yang bisa melawan pemain. Di Real Madrid, individualitas pemain adalah hal yang paling utama," tegasnya.
Pemain Bintang Lebih Penting daripada Pelatih
Garcia Remon berpendapat masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid sudah terlalu panjang jika mempertimbangkan situasi internal klub saat ini.
"Kalau dipikir-pikir, menurut saya itu berlangsung terlalu lama. Pelatih membuat keputusan yang menurutnya benar, tetapi di dalam klub, hal seperti itu tidak selalu diterima dengan baik," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan pandangannya mengenai posisi pelatih di hadapan para pemain bintang. Menurutnya, pengaruh pemain kunci jauh lebih besar dibandingkan pelatih itu sendiri.
"Pemain seperti Vinicius Junior jauh lebih penting bagi klub dibandingkan seorang pelatih," tegasnya tanpa ragu.
Seperti yang diketahui, Xabi Alonso pernah mengalami ketegangan dengan Vinicius ketika Real Madrid meraih kemenangan 2-1 atas Barcelona di Santiago Bernabeu pada tanggal 26 Oktober 2025.
Meskipun demikian, saat ini, keduanya telah menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika antara pelatih dan pemain di klub besar seperti Real Madrid memang sangat kompleks dan sering kali melibatkan banyak faktor. Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk berkomunikasi dengan baik agar tercipta keharmonisan dalam tim.
Sumber: Madrid Universal