Xabi Alonso dan Real Madrid Resmi Berpisah, Alvaro Arbeloa Ditunjuk sebagai Pengganti

Real Madrid telah mengumumkan bahwa mereka mengakhiri kerjasama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama klub tersebut.

Gregah Nurikhsani
Oleh Gregah Nurikhsani - Reporter
Xabi Alonso dan Real Madrid Resmi Berpisah, Alvaro Arbeloa Ditunjuk sebagai Pengganti
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini (Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini)

Real Madrid secara resmi telah mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama. Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan di situs resmi klub, menandai selesainya perjalanan singkat sang legenda di kursi kepelatihan Los Blancos.

Dalam pernyataan tersebut, Real Madrid menegaskan bahwa pemisahan ini terjadi atas kesepakatan bersama. Klub juga menyampaikan penghormatan yang tinggi kepada Xabi Alonso, yang dianggap telah menjaga dan mengedepankan nilai-nilai kebesaran Madrid sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Kepergian Alonso segera memicu spekulasi di media Spanyol. Beberapa laporan menyebutkan bahwa keputusan ini lebih banyak datang dari pihak pelatih, meskipun klub menegaskan bahwa kesepakatan ini dicapai secara mutual.

Terlepas dari latar belakang keputusan tersebut, Madrid bergerak cepat untuk menentukan pengganti. Real Madrid telah menunjuk pelatih Castilla, Álvaro Arbeloa, sebagai pengganti Alonso. Mantan bek kanan timnas Spanyol ini akan naik kelas dan mulai menangani tim utama pada periode berikutnya.

Pesan Perpisahan Kylian Mbappe untuk Xabi Alonso yang Mundur dari Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini

Álvaro Arbeloa merupakan sosok yang sudah dikenal di Valdebebas. Ia telah menjadi bagian dari sistem pengembangan Real Madrid selama lebih dari lima tahun sejak kembali ke klub pada tahun 2020. Karier kepelatihannya dimulai dari tim U-14 dan berlanjut ke U-16 serta U-19, sebelum akhirnya dipercaya untuk menangani tim Castilla pada musim lalu.

Hubungan dekat Arbeloa dengan Presiden Florentino Pérez dianggap sebagai salah satu faktor penting yang mendukung promosi ini. Pérez sangat menghargai kontribusi Arbeloa di level akademi, terutama dalam membangun mentalitas dan identitas permainan khas Madrid.

Catatan kinerja Arbeloa di dunia kepelatihan juga sangat mengesankan. Dari sekitar 200 pertandingan yang ia pimpin bersama tim akademi, Arbeloa berhasil meraih lebih dari 150 kemenangan. Hampir di setiap level yang ia tangani, tim asuhannya selalu menunjukkan penampilan yang kompetitif dan konsisten.

Hal ini menunjukkan bahwa Arbeloa tidak hanya memiliki pemahaman yang baik tentang permainan, tetapi juga mampu menerapkan strategi yang efektif untuk mengembangkan potensi pemain muda di akademi Real Madrid.

Xabi Alonso Mundur dari Real Madrid, Arbeloa Masuk sebagai Pelatih Sementara
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini

Secara taktik, Arbeloa dikenal menggunakan formasi 4-3-3 yang menekankan pada permainan sayap. Dalam sistem ini, full-back didorong untuk aktif dalam membantu serangan, sedangkan penyerang sayap sering kali masuk ke area tengah untuk menciptakan ruang bagi overlap dari belakang. Di sektor lini tengah, Arbeloa biasanya menempatkan satu gelandang jangkar di depan pertahanan sebagai penyeimbang. Pendekatan ini menjadikan timnya agresif namun tetap terstruktur, terutama saat melakukan transisi.

Ketika kehilangan bola, Arbeloa menuntut agar timnya melakukan pressing tinggi dan cepat. Filosofi permainan yang diterapkannya sering dibandingkan dengan gaya Jurgen Klopp, yang berusaha merebut bola sedekat mungkin dengan gawang lawan dan langsung memanfaatkan ruang yang ada saat melakukan transisi menyerang. Dengan strategi ini, Arbeloa berhasil menciptakan tekanan yang signifikan kepada lawan dan memaksimalkan peluang untuk mencetak gol.

Dari sudut pandang pendekatan personal, Arbeloa diperkirakan akan memberikan warna yang berbeda dibandingkan dengan Xabi Alonso. Sementara Alonso dikenal dengan sifat tenang dan kontrol yang tinggi, Arbeloa lebih dikenal sebagai sosok yang emosional dan ekspresif saat berada di pinggir lapangan. Meskipun struktur permainan yang diterapkan tidak akan banyak berubah, perbedaan yang paling mencolok kemungkinan akan terlihat pada karakter kepemimpinan yang ditunjukkan. Real Madrid kini bersiap melangkah ke era baru dengan gaya emosional Arbeloa, setelah berpisah dari sosok dingin dan metodis seperti Xabi Alonso.

Rekomendasi