Jude Bellingham Tak Masuk Starting XI Real Madrid, Bisa Berpengaruh pada Piala Dunia 2026
Jude Bellingham tidak diturunkan dalam pertandingan Liga Champions melawan Bayern Munchen, yang menjadi sinyal peringatan menjelang Piala Dunia 2026.
Keputusan mengejutkan diambil oleh Real Madrid saat bertemu Bayern Munchen dalam leg pertama perempat final Liga Champions pada Rabu (8-4-2026) dini hari WIB.
Gelandang andalan mereka, Jude Bellingham, tidak masuk dalam daftar pemain yang diturunkan sejak awal pertandingan.
Di laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut, Real Madrid berusaha keras untuk menyelamatkan musim yang berjalan kurang memuaskan.
Saat ini, mereka berada di posisi kedua klasemen La Liga, tertinggal tujuh poin dari Barcelona dengan delapan pertandingan tersisa untuk dimainkan. Situasi klub juga sempat terguncang akibat pemecatan pelatih Xabi Alonso pada bulan Januari lalu.
Dalam kondisi tekanan yang cukup tinggi, pelatih Alvaro Arbeloa memutuskan mencadangkan Bellingham. Keputusan ini diambil karena masalah kebugaran yang belum sepenuhnya pulih, serta penampilan yang dianggap belum konsisten sepanjang musim ini. Meskipun demikian, Bellingham tetap menjadi salah satu sosok kunci dalam kesuksesan tim dalam beberapa musim terakhir.
Dampak ke Piala Dunia 2026
Pencadangan yang dialami Bellingham dapat memiliki dampak yang lebih luas, termasuk pada kemungkinannya untuk menjadi starter di Piala Dunia 2026.
Meskipun posisinya di skuad Inggris saat ini masih tergolong aman, kondisi yang ia hadapi di level klub dapat memengaruhi keputusan pelatih Thomas Tuchel.
Pada musim ini, Bellingham hanya mendapatkan kesempatan untuk menjadi starter sebanyak 22 kali di semua kompetisi. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan musim 2024/2025, ketika ia tampil sebagai starter dalam 48 pertandingan.
Selain itu, hubungan antara Bellingham dan Tuchel dilaporkan tidak sepenuhnya harmonis. Jika situasi di klub tidak mengalami perubahan dan ia terus lebih sering duduk di bangku cadangan, peluangnya untuk menjadi pilihan utama di tim nasional juga akan semakin terancam.
Performa Sang Pengganti
Sebagai pengganti Bellingham, Arbeloa memberikan kesempatan kepada gelandang muda berusia 18 tahun, Thiago Pitarch Pinar.
Penampilannya melawan Bayern merupakan pertandingan ke-10 Pitarch bersama tim utama di semua kompetisi, dengan lima di antaranya berlangsung di Liga Champions. Meskipun usianya masih muda, ia telah menunjukkan potensi yang sangat besar.
Pitarch sebelumnya tampil mengesankan saat menghadapi Manchester City di babak 16 besar pada bulan Maret lalu. Kemampuannya untuk berperan seimbang, baik dalam menyerang maupun bertahan, memungkinkan dirinya memberikan kontribusi di berbagai aspek permainan.
Saat ini, masih belum jelas apakah pemain muda ini akan terus mendapatkan kepercayaan di fase-fase akhir turnamen jika Real Madrid berhasil menyingkirkan Bayern. Namun, keberadaannya menambah opsi berharga bagi tim dan sekaligus menciptakan persaingan sehat dengan Bellingham untuk musim-musim mendatang.
Sumber: Sportsmole