Kylian Mbappé Ucapkan Salam Perpisahan Kepada Xabi Alonso
Tak lama setelah kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid, Kylian Mbappe mengungkapkan penghormatan mendalam kepada mantan pelatihnya melalui akun Instagram.
Xabi Alonso secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Real Madrid setelah mencapai kesepakatan bersama.
Pengumuman mengenai keputusan ini disampaikan pada Senin malam (12/1/2026) WIB, hanya kurang dari 24 jam setelah Los Blancos mengalami kekalahan yang menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang diadakan di Arab Saudi.
Tekanan terhadap Alonso semakin meningkat sejak akhir tahun lalu. Saat ini, Real Madrid berada empat poin di belakang Barcelona dalam klasemen La Liga, serta mengalami kekalahan dari Liverpool dan Manchester City di kompetisi Liga Champions musim ini.
Keadaan ini semakin memperburuk posisi pelatih berusia 44 tahun tersebut di Santiago Bernabeu.
Pesan Perpisahan Kylian Mbappe
Setelah berita tentang kepergian Xabi Alonso beredar, Kylian Mbappe segera memberikan penghormatan yang penuh emosi kepada mantan pelatihnya melalui akun Instagram.
Ia mengunggah foto yang menunjukkan momen berpelukan bersama Alonso, disertai dengan pesan yang mencerminkan hubungan profesional yang terjalin selama mereka bekerja bersama.
"Waktunya memang singkat, tapi merupakan sebuah kehormatan bisa bermain untuk Anda dan belajar dari Anda. Terima kasih telah memberi saya kepercayaan sejak hari pertama," tulis Mbappe.
"Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih yang memiliki ide-ide jelas dan sangat memahami banyak hal tentang sepak bola. Semoga sukses untuk babak selanjutnya," lanjutnya.
Pesan ini menjadi perhatian publik, mengingat masa kepelatihan Xabi Alonso di Madrid tidak lepas dari berbagai konflik internal, termasuk dengan beberapa pemain kunci seperti Vinicius Junior, Rodrygo, dan Endrick.
Konflik
Masa akhir Xabi Alonso di Real Madrid diwarnai dengan peristiwa yang cukup canggung, terutama saat berhadapan dengan Kylian Mbappe setelah kekalahan dari Barcelona.
Diketahui bahwa Alonso menginginkan agar para pemain Real Madrid memberikan penghormatan kepada Barcelona dengan mengadakan guard of honour saat seremoni penyerahan trofi, namun tidak ada satu pun pemain yang mengikuti instruksinya.
Dalam momen tersebut, Mbappe tampak melambaikan tangan seolah-olah mengisyaratkan agar Alonso pergi. Menurut laporan BBC, Xabi Alonso juga terlibat dalam perdebatan mengenai taktik dengan Mbappe sebelum pertandingan final.
Selain itu, ia juga mengalami ketegangan dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez, pada pagi hari sebelum keputusan mengenai perpisahan diambil. Semua insiden ini menunjukkan adanya ketidakcocokan antara Alonso dan beberapa pihak di klub, yang mungkin berkontribusi pada keputusan untuk berpisah.
Penunjukan Alvaro Arbeloa
Real Madrid telah mengangkat Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala yang baru. Dalam pengumuman resmi, klub menyatakan: "Real Madrid CF mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama."
Selain itu, klub menambahkan, "Xabi Alonso akan selalu mendapatkan kasih sayang dan kekaguman dari seluruh madridista karena dia adalah legenda Real Madrid dan selalu merepresentasikan nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya."
Sementara di sisi lain, mengenai penunjukan Arbeloa, klub memberikan informasi: "Real Madrid C.F. ingin mengumumkan bahwa Alvaro Arbeloa akan menjadi pelatih baru tim utama."
Pernyataan lebih lanjut menjelaskan perjalanan panjang Arbeloa di akademi Madrid serta prestasi yang telah diraihnya sebagai pemain dan pelatih. Alvaro Arbeloa adalah bagian dari salah satu era tersukses Real Madrid dan juga merupakan bagian dari generasi emas tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Dengan perubahan ini, Real Madrid berharap dapat memulai lembaran baru setelah periode singkat namun penuh gejolak di bawah kepemimpinan Xabi Alonso.
Sumber: Daily Star