Uya Kuya Belum Laporkan Kasus Penjarahan Rumahnya, Ini Alasannya
Uya Kuya dan istrinya datang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menindaklanjuti laporan.
Uya Kuya belum mengetahui identitas beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam penjarahan rumahnya dan telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Ia juga menyatakan bahwa hingga saat ini, ia belum mengajukan laporan resmi terkait penjarahan yang terjadi di kediamannya oleh sekelompok orang.
Uya Kuya dan istrinya datang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menindaklanjuti laporan dari petugas keamanan mengenai salah satu pelaku yang ditangkap, yaitu seorang wanita yang diduga mencuri AC indoor dari rumahnya.
"Terus terang untuk yang ke 10 tersangka saya enggak tau. Saya sampai sekarang juga belum buat laporan apa-apa. Itu mungkin hasil laporan model A dari polisi atau mungkin polisi menangkap pada saat itu," ungkap Uya di Polres Metro Jakarta Timur, pada Rabu (3/9).
"Saya nggak ngerti karena urusan saya hari ini unit PPA dan ibu itu tadi," dia menambahkan.
Selain itu, ia juga mengaku belum sempat memeriksa kondisi rumahnya setelah kejadian penjarahan tersebut. Sejak beredarnya rumor bahwa rumahnya akan diserang oleh massa, Uya mengaku sudah merasa ikhlas dengan situasi yang terjadi.
Masyarakat memberikan bantuan
Ketika menyaksikan video tersebut, saya melihat warga sekitar akhirnya turun tangan untuk membantu.
Mereka menjaga dan melindungi, terutama tetangga saya yang baik hati, berusaha menghalangi orang-orang yang ingin masuk. Namun, ada provokator yang memberikan komando sehingga situasi menjadi tidak terkendali. Akhirnya, saya memutuskan untuk mematikan telepon dan pasrah dengan keadaan yang ada," ungkapnya.
Uya mengakui bahwa ini adalah kali pertama ia bertemu dengan media setelah insiden penjarahan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa dirinya sebenarnya belum siap untuk memberikan pernyataan kepada publik mengenai kondisi rumahnya yang telah hancur akibat serangan massa.
Kejadian ini sangat mengejutkan baginya, dan ia merasa perlu waktu untuk mencerna apa yang telah terjadi.
Belum siap untuk diwawancarai
Uya Kuya mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama ia keluar untuk bertemu dengan banyak orang setelah sekian lama.
"Terus terang saya baru pertama lagi keluar ketemu orang ramai. Kemarin saya keluar diam-diam, ini saya baru keluar yang ramai ketemu orang, dan saya kaget juga ketemu wartawan. Saya belum siap juga untuk diwawancara," akunya.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke Polres Metro Jakarta Timur adalah untuk bertemu dengan seorang ibu yang diduga terlibat dalam penjarahan rumahnya.
Uya memutuskan untuk memaafkan ibu tersebut dan memilih jalur restorative justice sebagai solusi.
"Tapi intinya fokus saya untuk restorative justice untuk ibu ini di kasus ini. Yang terduga lain saya nggak tau juga," tegas Uya.
Polisi telah menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka
Pihak kepolisian telah menetapkan sepuluh individu sebagai tersangka dalam kasus perampokan yang terjadi di rumah mewah milik anggota DPR RI, Surya Utama, yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya, yang berlokasi di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menjelaskan bahwa dari sepuluh tersangka tersebut, enam di antaranya ditangkap karena terlibat langsung dalam tindakan penjarahan, sedangkan empat lainnya ditangkap akibat melakukan penyerangan terhadap aparat kepolisian.
Dia juga menambahkan bahwa ada delapan orang yang sebelumnya ditangkap oleh petugas, namun kemudian dipulangkan karena status mereka sebagai saksi dan tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut.
"Salah satu pelaku penjarahan di bawah umur ya," jelasnya. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang figur publik, dan tindakan kriminal ini menunjukkan pentingnya pengawasan keamanan di lingkungan masyarakat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5332409/original/035696700_1756476688-CMS_PORTRAIT_1.jpg)