Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun, Eza Gionino Berduka
Eza Gionino merasakan duka yang mendalam setelah kepergian ibunya, meninggalkan kenangan dan momen berharga yang tak terlupakan.
Aktor Eza Gionino tengah berduka akibat kepergian sang Ibunda pada Minggu 9 Maret 2025. Sang ibu tercinta mengembuskan napas terakhir di malam hari sekitar pukul 9 malam.
Proses pemakaman ibunya berlangsung pada Senin, 10 Maret 2025, setelah sholat Zuhur di Kuburan Sama’an, Tawangmangu, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Momen bersejarah ini menjadi sangat emosional bagi Eza, yang terlibat langsung dalam pemakaman. Bahkan ia turun ke liang lahat untuk menguburkan ibunya dengan penuh rasa haru.
Sebelum sang ibu meninggal dunia, Eza Gionino mengaku sudah pasrah jika harus kehilangan orang yang telah melahirkannya ke dunia. Sebab sebelum meninggal ibunya terbaring tak berdaya.
Eza, yang memiliki hubungan sangat dekat dengan ibunya, berusaha untuk tetap kuat menghadapi situasi yang sulit ini. Sayangnya, setelah berjuang melawan penyakitnya selama beberapa hari, ibunda Eza menghembuskan nafas terakhir.
Momen perpisahan yang menyentuh hati
Setelah kepergian ibunya, Eza Gionino menyampaikan perasaannya melalui akun Instagram yang ia miliki. Dalam momen yang penuh emosi tersebut, ia melantunkan adzan di liang lahat.
"Innalillahi wa inna Ilaihi Rojiun. Mama saya pulang ke Rahmatullah pada hari ini bertepatan dengan bulan Ramadan yang penuh berkah."
Peristiwa ini bukan hanya sekadar perpisahan, melainkan juga sebuah ungkapan rasa syukur karena Eza masih diberi kesempatan untuk menemani ibunya hingga detik-detik terakhir kehidupannya. Lebih lanjut, Eza juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan untuk saling memaafkan sebelum ibunya pergi.
"Ujung-ujungnya, kami tertawa bersama sampai akhirnya saya harus melepas mama dari semua sakitnya," ungkap Eza.
Dalam situasi yang sangat emosional ini, Eza menunjukkan keteguhan hatinya meskipun ia merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Sikap positifnya dalam menghadapi kesedihan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mengalami hal serupa.
Kesedihan yang Tidak Dapat Dihindari
Sebelum ibunya berpulang, Eza Gionino secara rutin mengunjungi dan menunggu ibunya di rumah sakit. Ia membagikan berbagai momen tersebut kepada publik, termasuk foto yang menunjukkan ibunya terbaring di ranjang rumah sakit dengan alat medis yang terpasang. Eza mengungkapkan betapa berat hatinya melihat kondisi ibunya yang semakin memburuk.
"Kondisi mama sudah makin memburuk, enggak ada lagi yang bisa gue lakuin," ucapnya dalam video klarifikasi yang diunggah di kanal YouTube SCTV.
"Kita sudah berusaha sekeras mungkin supaya mama bisa bertahan, tapi mungkin jalannya diarahkannya sudah berbeda. Ini gue enggak kuat," lanjutnya dengan nada penuh kesedihan.
Setelah kepergian ibunya, Eza Gionino berusaha untuk merelakan kehilangan sang ibunda. Ia meyakini ibunya kini telah terbebas dari rasa sakit.
"Mama sudah enggak sakit lagi sekarang ya Ma. Eza ikhlas Ma, insya Allah saya kuat," ungkapnya dengan penuh harapan dan keyakinan.