Wujudkan Kota Atraktif Trenggalek, Bupati Arifin Dorong Pelibatan Komunitas dan Kolaborasi Lintas Sektor
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin fokus wujudkan Kota Atraktif Trenggalek dengan melibatkan komunitas dan kolaborasi lintas sektor, menarik talent, turis, trader, dan investor untuk pembangunan daerah.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan pentingnya pelibatan komunitas serta kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan konsep kota atraktif. Konsep ini menjadi bagian integral dari arah pembangunan daerah Trenggalek ke depan.
Konsep kota atraktif tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2027. Hal ini disampaikan oleh Mas Ipin, sapaan akrab Mochamad Nur Arifin, di Trenggalek, Jawa Timur, pada hari Jumat (13/3).
Keberhasilan konsep Kota Atraktif Trenggalek tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Namun, juga sangat ditentukan oleh aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.
Peran Komunitas dalam Pembangunan Kota Atraktif Trenggalek
Pemerintah daerah memiliki tugas utama untuk membangun kotanya, namun Bupati Arifin berharap anak-anak muda dapat mengisi dan menghidupkan ruang-ruang yang telah disiapkan. Pelibatan komunitas menjadi kunci untuk menciptakan dinamika dan kreativitas di berbagai sektor.
Sebagai contoh nyata, Bupati Arifin menyoroti peran aktif komunitas di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Desa ini bahkan berhasil mewakili Indonesia dalam lomba desa tingkat ASEAN pada tahun ini, menunjukkan potensi besar dari partisipasi masyarakat.
Konsep Kota Atraktif Trenggalek menekankan bahwa sebuah kota dapat disebut atraktif jika mampu menarik empat kelompok utama untuk datang dan beraktivitas. Kelompok-kelompok tersebut meliputi talent, turis, trader, dan investor, yang masing-masing memiliki peran penting dalam memajukan daerah.
Strategi Menarik Talent dan Wisatawan ke Trenggalek
Untuk menarik kelompok talent atau sumber daya manusia unggul, Pemkab Trenggalek berupaya menyiapkan kawasan yang nyaman bagi pekerja kreatif maupun pekerja jarak jauh atau digital nomad. Lingkungan yang kondusif diharapkan dapat menarik individu-individu berkualitas untuk berkarya di Trenggalek.
Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas kawasan pantai, penyediaan fasilitas akomodasi yang memadai, serta infrastruktur internet berkecepatan tinggi. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan para talent.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang pendirian perguruan tinggi dengan menyiapkan lahan hibah guna mendorong hadirnya kampus baru di Trenggalek. Harapannya, orang dapat tinggal lebih lama di Trenggalek, bahkan bekerja dari sini, sehingga ekonominya ikut bergerak.
Sementara itu, untuk menarik wisatawan, Pemkab Trenggalek terus meningkatkan kualitas destinasi wisata. Perbaikan fokus pada kebersihan, estetika kawasan, serta fasilitas pendukung yang memadai untuk kenyamanan pengunjung.
Penguatan Ekonomi Lokal dan Peluang Investasi di Trenggalek
Guna mendorong aktivitas perdagangan dan investasi di Kota Atraktif Trenggalek, Pemkab Trenggalek akan memperkuat potensi komoditas lokal. Komoditas unggulan seperti porang, cengkeh, serta produk pertanian lainnya akan menjadi fokus pengembangan.
Berbagai program pemberdayaan komunitas juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan kota atraktif ini. Contohnya adalah penyelenggaraan pertunjukan seni di kawasan wisata, yang dapat menarik pengunjung dan menghidupkan suasana.
Pelatihan literasi digital bagi pelaku usaha juga menjadi salah satu inisiatif penting. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar dapat bersaing di era digital dan memperluas jangkauan pasar produk mereka.
Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan berbagai sektor, Trenggalek optimis dapat menjadi kota yang tidak hanya menarik secara fisik, tetapi juga secara ekonomi dan sosial, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews