Wow, Hampir 200 Ribu Unit! Menteri PKP Ungkap Realisasi Rumah Subsidi FLPP Capai 196.400 Unit
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan realisasi program Rumah Subsidi FLPP telah mencapai 196.400 unit, mendekati target dan membantu MBR memiliki hunian layak.
Program Rumah Subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menunjukkan pencapaian signifikan dalam upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan bahwa realisasi program ini secara nasional telah mencapai lebih dari 196.400 unit.
Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar Sirait saat meninjau perumahan SMK Residence 2 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Selasa, 7 Oktober. Ia didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang turut mengapresiasi kemajuan program ini di wilayahnya.
Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Rumah subsidi FLPP menawarkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sangat terjangkau, yaitu lima persen, khusus bagi MBR.
Pencapaian Signifikan Program Rumah Subsidi FLPP
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa hingga saat ini, realisasi program Rumah Subsidi FLPP secara nasional telah mencapai angka 196.400 unit lebih. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Maruarar menjelaskan bahwa total rumah subsidi yang sudah dibangun dan tersedia, menunggu proses putusan hingga akad kredit, berjumlah 240.265 unit. "Per hari ini kita sudah realisasi FLPP secara nasional di angka 196.400-an," ucap Maruarar.
Ia menambahkan, "Kalau rumah yang sudah dibangun yang sudah ready stock menunggu putusan kredit hingga akad kredit itu totalnya ada di 240.265." Pencapaian ini menjadi indikator positif dalam mengatasi permasalahan ketersediaan hunian.
Program Rumah Subsidi FLPP dirancang khusus untuk membantu MBR mendapatkan akses kepemilikan rumah dengan skema pembiayaan yang ringan. Suku bunga KPR lima persen menjadi daya tarik utama bagi para pencari rumah pertama.
Dampak Ekonomi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Maruarar Sirait juga menyoroti dampak positif program Rumah Subsidi FLPP terhadap perekonomian lokal. Menurutnya, pembangunan rumah subsidi tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi di wilayah setempat.
Melihat antusiasme dan kebutuhan masyarakat, Maruarar bahkan menawarkan penambahan kuota bagi daerah yang masih membutuhkan. "Kalau bapak gubernur, pak bupati, dan rakyat Sumut (Sumatera Utara) masih membutuhkan, saya tambahkan lagi kuotanya. Tolong ditambahkan lagi kuotanya ya," kata Ara kepada jajarannya.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyambut baik inisiatif tersebut dan mengungkapkan bahwa Sumut mendapatkan kuota KPR FLPP sebanyak 15.000 unit. Kuota ini diperuntukkan bagi MBR serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di provinsi tersebut.
Bobby Nasution melaporkan bahwa dari 15.000 unit kuota tersebut, sebanyak 8.161 unit telah terealisasi di Sumatera Utara. Pihaknya berkomitmen untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah, termasuk pembangunan rumah subsidi bagi MBR, ASN, TNI, dan Polri di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews