Pembangunan Rusun ASN Kejati Jabar Melesat, Lampaui Target Awal
Proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menunjukkan progres signifikan, melampaui target awal. Pembangunan Rusun ASN Kejati Jabar ini diharapkan selesai lebih cepat dari jadwal.
Proyek Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di kawasan Kiaracondong, Bandung, mencatatkan progres yang sangat memuaskan. Pembangunan ini telah melesat hingga 32,40 persen, jauh melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar 10,18 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya deviasi positif sebesar 22,22 persen dari rencana awal.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, secara langsung meninjau lokasi proyek di Kelurahan Babakan Sari pada Senin. Beliau menyatakan apresiasi atas kinerja yang melampaui target. Hunian strategis ini nantinya akan diprioritaskan bagi para pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Barat golongan II dan IIIA.
Pencapaian progres fisik yang cepat ini mengindikasikan potensi besar proyek untuk diserahterimakan lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, Maruarar Sirait tetap mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan bangunan. Kecepatan pembangunan harus diiringi dengan standar yang tinggi agar hunian ini layak dan aman untuk jangka panjang.
Apresiasi Menteri PKP dan Prioritas Kualitas Bangunan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II. Pencapaian progres pembangunan Rusun ASN Kejati Jabar yang melampaui target menunjukkan efisiensi kerja yang baik. Sirait mendorong agar proyek ini dapat selesai lebih cepat dari waktu kontrak yang direncanakan.
Meskipun progres pembangunan menunjukkan tren positif yang signifikan, Maruarar Sirait menekankan pentingnya tidak terlena dengan kecepatan. Beliau mengingatkan pelaksana proyek untuk tetap mengedepankan aspek keamanan bangunan dan kualitas hunian. "Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Hunian ini harus benar-benar layak, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang," ujar Maruarar Sirait.
Penekanan pada kualitas dan keamanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Rusun ASN Kejati Jabar tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memenuhi standar hunian yang baik. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak bagi Aparatur Sipil Negara.
Rusun Strategis untuk Dukungan Kinerja Korps Adhyaksa
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo, menjelaskan bahwa keberadaan Rusun ASN Kejati Jabar ini sangat strategis. Hunian ini dirancang untuk menunjang kinerja korps Adhyaksa di wilayah Jawa Barat. Prioritas utama penghuni adalah para pegawai golongan II dan IIIA, yang seringkali membutuhkan dukungan akomodasi.
Proyek pembangunan Rusun ASN Kejati Jabar ini awalnya ditargetkan rampung pada 5 Oktober 2026. Namun, dengan realisasi fisik yang kini sudah menyentuh angka 32 persen, sementara realisasi keuangan baru di angka 20 persen, terdapat harapan besar. Hunian ini berpotensi besar untuk diserahterimakan lebih awal dari jadwal kontrak, bahkan "Mungkin bisa lebih cepat hingga dua pekan," tutur Maruarar Sirait.
Percepatan penyelesaian proyek ini akan memberikan dampak positif. Ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan serta fokus kerja para ASN Kejati Jabar. Dukungan ini krusial dalam menjaga stabilitas dan efektivitas kinerja lembaga penegak hukum tersebut.
Fasilitas Lengkap dan Lokasi Strategis Rusun Kejati Jabar
Rusun ASN Kejati Jabar dirancang dengan fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis. Berdasarkan data yang diterima, kompleks ini akan terdiri dari tiga bangunan dua lantai. Total luas bangunan mencapai 1.472,27 meter persegi di atas lahan seluas 4.145 meter persegi.
Secara keseluruhan, Rusun ini akan menyediakan 44 unit hunian tipe 36. Setiap unit dilengkapi dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan ruang cuci, memenuhi kebutuhan dasar penghuni. Lokasinya yang dekat dengan Stasiun Kiaracondong dan pusat perbelanjaan juga menjadi nilai tambah signifikan.
Selain unit hunian, kompleks Rusun ASN Kejati Jabar juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang dapat digunakan bersama. Fasilitas-fasilitas ini meliputi balai warga, minimarket, mushola, dan ruang serbaguna. Tersedia pula lahan parkir dengan kapasitas 24 mobil dan 46 motor, memastikan kenyamanan bagi para penghuni.
Target Pengerjaan dan Nilai Proyek Pembangunan Rusun ASN
Proyek Rusun ASN Kejati Jabar memiliki target waktu pengerjaan selama 300 hari. Periode pengerjaan ini terhitung mulai 10 Desember 2025 hingga 5 Oktober 2026. Dengan progres fisik yang melesat, penyelesaian lebih cepat sangat mungkin terjadi.
Penyedia konstruksi yang bertanggung jawab atas proyek ini adalah PT Pesona Karya Sejahtera. Nilai kontrak untuk pekerjaan konstruksi mencapai sekitar Rp29,24 miliar. Angka ini mencerminkan investasi signifikan dalam penyediaan hunian bagi ASN.
Sementara itu, peran konsultan manajemen konstruksi dipegang oleh PT Primega Saniyya Lestari KSO PT Prisma Karya Utama. Nilai kontrak untuk jasa konsultansi ini sekitar Rp1,21 miliar. Keterlibatan konsultan profesional memastikan pengawasan kualitas dan efisiensi proyek pembangunan Rusun ASN Kejati Jabar.
Sumber: AntaraNews