Waspada, 100.000 Ribu Karyawan Terancam PHK Akibat Perang Iran Vs Israel
ASPIRASI memperkirakan hal ini bisa memicu lonjakan PHK mencapai 100 ribu orang akibat perang.
Serangan antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran global, termasuk di Indonesia. Akibat konflik tersebut diprediksi bisa berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirah memperkirakan hal ini bisa memicu lonjakan PHK mencapai 100 ribu orang akibat perang tersebut.
"Saya yakin, seyakin-yakinnya itu akan mencapai 100 ribu nanti akhir tahun. Kalau memang perang ini tidak bisa berhenti gitu ya saya yakin segitu," kata Mirah kepada media, Jakarta, Senin (23/6).
Mirah menuturkan konflik geopolitik ini tentu saja akan memperngaruhi sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Hal ini bisa terlihat sejak konflik Ukraina dan Rusia yang berdampak pada sektor industri tekstil alas kaki dan turunannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan hal itu akan terjadi.
"Ya, pasti ngaruh, sangat ngaruh. orang kemarin yang perang Ukraina-Rusia aja mereka berpengaruh ke sektor industri tekstil alas kaki dan turunannya. apalagi Israel-Iran," terang dia.
Mirah nengaku banyak pekerja di luar sektor garmen, seperti di sektor teknologi dan otomotif, juga mulai terdampak. Menurutnya, sektor otomotif bahkan sudah menyampaikan kemungkinan adanya dampak dari perang antara Iran dan Israel, terlebih setelah Amerika Serikat turut terlibat dalam konflik tersebut.
"Pengusahanya Pengusaha yang notabene ada anggota aspirasi ada di situ Yang juga menyuarakan bahwa ini loh udah woro-woro Bahwa dampak peran Iran dan Israel ini akan berdampak kepada perusahaan mereka," ungkapnya.
Lebih lanjut, katanya jika konflik ini merada dalam waktu dekat, dampak PHK di Indonesia sekitar 80 ribu pekerja. "Mudah-mudahan sih kalau di perang berhenti mungkin 80 ribuan. Dampak bukan hanya dari perang, tapi memang dari dampak dalam negeri kita, ekonomi kita," tutupnya.