Viral Kadin Cilegon dan Ormas Diduga Palak Proyek Chandra Asri, Anindya Bakrie Angkat Suara
Anindya Bakrie akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki permasalahan dugaan pemalakan oleh Kadin Cilegon dan ormas setempat.
Masyarakat dihebohkan dengan video viral yang menampilkan Kadin Cilegon bersama ormas (organisasi masyarakat) setempat yang diduga hendak memalak kontraktor asal China, Chengda Engineering Co yang ditugaskan menggarap proyek investasi pembangunan Chandra Asri Alkali.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki permasalahan dugaan pemalakan oleh Kadin Cilegon dan ormas setempat.
"Jadi intinya kita di Kadin sedang membentuk dan sudah mulai tim verifikasi dan juga etis untuk melihat keluhan dan pertanyaan masyarakat di Cilegon," ujar Anindya kepada awak media di Gedung Tempo Scan Tower, Jakarta, Selasa (13/5).
Anindya mengatakan, dugaan keterlibatan anggota Kadin Cilegon dalam pemalakan Chandra Asri Alkali dilakukan oleh oknum. Menurutnya aksi tidak terpuji yang dilakukan anggota Kadin Cilegon tersebut berlawanan dengan misi besar Kadin Indonesia untuk mendongkrak investasi di Indonesia demi mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Nah intinya kita mengerti bahwa 8 persen itu mesti dicapai dan juga pertumbuhan ekonomi mesti tercapai. Investasi mesti masuk. Dan Kadin tugasnya untuk mengawal. Jadi kalau ada hal-hal seperti itu, itu lebih ke arah oknum dan itu levelnya kan kabupaten-kota," tegasnya.
Anindya mengingatkan seluruh anggota kadin di daerah untuk fokus meningkatkan perdagangan dan realisasi investasi. Dia meminta agar seluruh anggota kadin menjaga iklim investasi di Indonesia tetap kondusif.
"Yang pasti Kadin itu selalu fokus untuk meningkatkan perdagangan dan juga investasinya. Dan tentu menginginkan kepastian hukum Dan tidak ingin ada tindakan-tindakan yang melawan hukum dan juga represif," tuturnya.
Janji Selesaikan Masalah
Anindya berjanji akan menyelesaikan permasalahan dugaan pemalakan yang melibatkan Kadin Cilegon dalam waktu dekat. Pihaknya telah mengutus tim hukum bersama Pemda Cilegon untuk menyelidiki lebih lanjut.
"kita akan bekerjasama dengan provinsi. Dan Kadin Indonesia juga mengerahkan WKU (wakil ketua umum) ke hukum dan organisasi. Untuk benar-benar kita menindaklanjuti dan menyikapi secara bijak dan cepat," tandasnya.
Sebelumnya, akun TikTok Fakta Banten mengunggah video dugaan pemalakan terhadap kontraktor asal China, Chengda Engineering Co yang ditugaskan menggarap proyek investasi pembangunan Chandra Asri Alkali. Ironisnya aksi tidak terpuji ini digugah melibatkan Kadin Cilegon dan sejumlah ormas setempat.
Video tersebut mendapatkan kecaman dari banyak warganet. Bahkan, tak sedikit dari warganet yang meminta investor untuk berinvestasi ke Vietnam.
"Anjuran saya mending angkat kaki dri situ drpd menyesal, pindah ke Vietnam lebih aman," tulis pengguna akun TikTok amang kolot.