Tahukah Anda? Pemkab OKU Gelar Gerakan Pangan Murah di Enam Kecamatan, Tekan Harga Kebutuhan Pokok
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersama Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah di enam kecamatan, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Simak lokasi dan manfaatnya!
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bersama Perum Bulog baru-baru ini menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak. Kegiatan ini dilaksanakan di enam kecamatan berbeda untuk memastikan pemerataan akses bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk meningkatkan keterjangkauan pangan kebutuhan pokok.
GPM tersebut berlangsung pada hari Minggu, 31 Agustus, di beberapa lokasi strategis. Kecamatan yang menjadi sasaran meliputi Sinar Peninjauan, Taman Kota Baturaja, dan Lubuk Batang. Selain itu, GPM juga hadir di Baturaja Timur, Baturaja Barat, serta Kecamatan Belitang II.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng. Harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga komoditas.
Lokasi dan Komoditas Unggulan Gerakan Pangan Murah OKU
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten OKU ini mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, melalui Asisten II Hasan HD, menyatakan bahwa warga berbondong-bondong datang untuk berbelanja. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan akses pangan murah.
Kegiatan GPM ini tersebar di enam kecamatan untuk menjangkau lebih banyak warga. Masyarakat dapat membeli beras dan sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya. Penjualan dilakukan di kantor kecamatan sesuai dengan domisili masing-masing warga.
Perum Bulog OKU Raya berperan penting dalam menyediakan komoditas utama GPM. Beras SPHP dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasaran. Selain beras, Bulog juga menyiapkan 100 liter minyak goreng MinyaKita.
Minyak goreng MinyaKita kemasan 1 liter ditawarkan seharga Rp20.000. Harga ini juga lebih murah dibandingkan harga eceran di pasaran umum. Ketersediaan dua komoditas utama ini sangat membantu masyarakat OKU.
Menjaga Stabilitas Harga dan Keterjangkauan Pangan di OKU
Kepala Bulog OKU Raya, Junirman, menjelaskan tujuan utama dari GPM serentak nasional ini. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan. Ini berlaku baik di tingkat produsen maupun distributor, memastikan ketersediaan barang.
Selain itu, GPM juga bertujuan meningkatkan keterjangkauan pangan kebutuhan pokok masyarakat. Terutama di tengah lonjakan harga beras yang terjadi di pasaran. Program ini menjadi solusi konkret untuk menstabilkan harga dan daya beli.
Dalam pelaksanaan GPM ini, Bulog menyiapkan total 25 ton beras SPHP. Jumlah ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan beras dalam jumlah besar ini sangat krusial.
Bulog terus berupaya memaksimalkan penyaluran beras SPHP. Mereka bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam program GPM OKU Raya. Program ini mencakup tiga kabupaten yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan.
Akses Mudah Beras SPHP untuk Masyarakat OKU Raya
Beras SPHP kini semakin mudah didapatkan oleh masyarakat luas. Tidak hanya melalui Gerakan Pangan Murah, tetapi juga di berbagai titik penjualan. Ini termasuk pengecer di pasar rakyat dan pengecer di luar pasar tradisional.
Selain itu, beras SPHP juga tersedia di outlet pangan binaan pemerintah daerah. Ketersediaan yang luas ini memastikan harga tetap terjangkau bagi konsumen. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah.
Program ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan pangan yang stabil dan harga yang terkendali. Hal ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Dengan harga yang lebih murah, beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang. Ini adalah langkah nyata pemerintah dalam membantu rakyat.
Sumber: AntaraNews