Perum Bulog Ogan Komering Ulu (OKU) mengumumkan bahwa pasokan beras dan minyak goreng di wilayah OKU Raya dipastikan aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ketersediaan ini mencakup kebutuhan masyarakat di tiga kabupaten, yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Kepala Bulog OKU, Junirman, menyampaikan bahwa stok yang ada bahkan mampu memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan.
Kepastian ketersediaan pangan ini disampaikan Junirman di Baturaja pada Jumat, 13 Maret 2026, sebagai langkah antisipasi menjelang hari besar keagamaan. Dengan jumlah stok yang melimpah, Bulog OKU berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pokok di pasaran. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Saat ini, Bulog OKU memiliki persediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 6.400 ton yang tersimpan di gudang Bulog OKU Timur. Selain itu, terdapat pula 28 ribu liter minyak goreng medium kemasan merek Minyakita. Jumlah ini jauh melampaui rata-rata kebutuhan beras bulanan OKU Raya yang hanya sekitar 1.000 ton.
Advertisement
Advertisement
Perum Bulog OKU telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga pangan menjelang Idul Fitri. Stok beras dan minyak goreng yang tersedia saat ini dianggap lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan hingga hari raya. Junirman menegaskan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Ketersediaan 6.400 ton beras SPHP di gudang Bulog OKU Timur menjadi tulang punggung pasokan di OKU Raya. Angka ini menunjukkan kapasitas penyimpanan yang besar dan kesiapan Bulog dalam menghadapi peningkatan konsumsi. Dengan demikian, masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok tanpa rasa cemas akan kekurangan barang.
Tidak hanya beras, Bulog OKU juga memastikan pasokan minyak goreng medium Minyakita sebanyak 28 ribu liter. Ketersediaan dua komoditas utama ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi regional.
Advertisement
Advertisement
Stok beras yang melimpah ini merupakan hasil penyerapan dari petani lokal di Kabupaten OKU Timur. Panen raya yang berlangsung sejak awal tahun 2026 berkontribusi signifikan terhadap pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog. Ini menunjukkan sinergi antara Bulog dan petani lokal dalam menjaga ketersediaan pangan.
Junirman juga melaporkan bahwa harga beras di pasaran wilayah kerjanya masih relatif stabil menjelang Idul Fitri tahun ini. Tidak ada gejolak harga yang signifikan dari para pedagang, menunjukkan efektivitas upaya stabilisasi harga oleh Bulog. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi konsumen.
Untuk menjaga keterjangkauan, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500 per 5 kilogram. Sementara itu, HET Minyakita berada di angka Rp15.700 per liter. Penetapan HET ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau penjualan di atas harga wajar, memastikan akses pangan yang merata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews