Tahukah Anda? Gubernur Sulsel dan DPD RI Canangkan Bibit Jagung di Pangkep, Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Gubernur Sulsel bersama DPD RI mencanangkan bibit jagung di Pangkep, bagian dari program Asta Cita ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan memperkuat swasembada pangan nasional.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah mencanangkan bibit jagung di Desa Manggalung, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulsel pada Sabtu, 27 September. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Pencanangan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dan pusat.
Acara ini merupakan wujud dari program Asta Cita ketahanan pangan Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran. Selain itu, kegiatan ini juga memperingati Hari Ulang Tahun ke-21 DPD RI melalui inisiatif "Senator Peduli Ketahanan Pangan". Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius terhadap isu strategis nasional.
Andi Sudirman menegaskan dukungan penuhnya terhadap program pemerintah pusat dalam memperkuat kemandirian bangsa. Ia menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi ekonomi yang kuat demi ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan nasional terkait penguatan sektor pertanian. "Semua program prioritas dari Bapak Presiden kami di Sulsel siap mendukung penuh kebijakan nasional," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan jagung adalah langkah strategis untuk ketahanan pangan.
Menurut Andi Sudirman, penguatan sektor pertanian, khususnya jagung, menjadi langkah strategis. Hal ini penting dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa dan memastikan pasokan pangan yang stabil. Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada tujuan ketahanan pangan ini.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga negara seperti DPD RI menjadi kunci utama. Sinergi ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. "Insya Allah kita ingin Sulsel menjadi lumbung pangan yang berkontribusi besar bagi ketahanan nasional," tutupnya.
Investasi Infrastruktur dan Lingkungan di Pangkep
Selain fokus pada bidang pertanian, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memberikan perhatian pada pengembangan infrastruktur di Kabupaten Pangkep. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,5 miliar untuk berbagai proyek penting. Ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan daerah secara menyeluruh.
Dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan lanjutan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk lingkungan.
Selain RDF, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk proyek jalan penunjang jalur kereta api. "Ini merupakan bantuan lanjutan, dari bantuan pertama untuk RDF senilai Rp23 miliar. Sekarang kita bantu lagi Rp15 miliar untuk RDF dan proyek jalan untuk kereta api," jelas Andi Sudirman. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan ekonomi lokal.
Acara pencanangan bibit jagung ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Mereka termasuk Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Ketua MPR RI Muhammad Akbar Supratman. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap program ketahanan pangan ini. Turut hadir pula Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Forkopimda Sulsel, serta para Bupati se-Sulsel.
Sumber: AntaraNews