Surplus Dagang Meningkat, Indonesia Genjot Penyelesaian CEPA dengan Uni Eropa
Kerja sama CEPA akan membuka peluang bisnis yang lebih luas.
Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa terus mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan strategis secara virtual dengan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, langsung dari Washington D.C., Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang berlangsung di Brussels pada Juni 2025. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komitmen menyelesaikan IEU-CEPA sebagai kesepakatan penting dalam memperluas kerja sama ekonomi Indonesia-Uni Eropa.
"Kesepakatan melalui IEU-CEPA ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan," ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (11/7).
Airlangga menambahkan, kerja sama CEPA akan membuka peluang bisnis yang lebih luas, meningkatkan kepastian hukum, serta menyediakan platform strategis untuk memperdalam dialog dan kerja sama di berbagai isu ekonomi yang relevan di tengah dinamika global.
Progres Finalisasi dan Mekanisme Ratifikasi
Proses negosiasi IEU-CEPA saat ini telah memasuki tahap akhir. Kedua pihak sedang memfinalisasi isu-isu teknis, melakukan fine tuning, dan menyusun kerangka waktu detail menuju ratifikasi.
Komisioner Maros menjelaskan bahwa berbeda dengan sejumlah perjanjian internasional lain, IEU-CEPA hanya membutuhkan persetujuan di tingkat Uni Eropa. Proses ratifikasi akan dilakukan melalui pemungutan suara mayoritas oleh para Menteri Perdagangan dan persetujuan dari Parlemen Eropa.
“Sejalan dengan Indonesia, Uni Eropa juga menekankan pentingnya percepatan implementasi perjanjian ini, mengingat urgensi menciptakan stabilitas dan memperluas akses pasar di tengah ketidakpastian global,” kata Maros.
Perdagangan Indonesia-Uni Eropa Terus Tumbuh
Nilai perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai USD30,1 miliar pada 2024. Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, sementara Indonesia menempati posisi ke-33 sebagai mitra dagang Uni Eropa.
Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD4,5 miliar pada 2024, naik signifikan dari USD2,5 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan hubungan dagang yang kian erat dan potensi kerja sama ekonomi yang lebih besar di masa mendatang melalui IEU-CEPA.