Siapa Ferry Juliantono? Ini Harapan Pelaku Usaha untuk Menteri Koperasi Baru dalam Pacu Daya Saing
Penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi Baru disambut baik pelaku usaha. Apa saja prioritas yang diharapkan untuk mempercepat transformasi dan daya saing koperasi di Indonesia?
Jakarta, 8 September – Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) menyambut positif penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi (Menkop) yang baru. Penunjukan ini terjadi dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin. Ferry Juliantono menggantikan Budi Arie sebagai pucuk pimpinan di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).
Ketua Umum PUPUK, Abdul Sobur, mengungkapkan keyakinannya terhadap komitmen kuat Ferry Juliantono dalam pemberdayaan sektor koperasi dan UMKM. Menurut Sobur, sosok Ferry yang memahami tantangan sekaligus peluang besar di sektor ini sangat dibutuhkan. PUPUK memberikan dukungan penuh atas kepemimpinan baru ini, berharap dapat menjadi momentum akselerasi bagi koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia.
Pelaku usaha menaruh harapan besar agar kepemimpinan Menteri Koperasi baru ini dapat mempercepat transformasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing nasional melalui penguatan kelembagaan dan akses sumber daya yang lebih memadai bagi pelaku usaha kecil. Ada beberapa agenda strategis yang dinilai mendesak untuk segera diwujudkan demi kemajuan sektor ini.
Prioritas Utama untuk Transformasi Koperasi
Abdul Sobur dari PUPUK menggarisbawahi tiga prioritas utama yang harus segera diwujudkan oleh Menteri Koperasi baru. Prioritas ini diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi sektor koperasi dan UMKM di Indonesia.
- Akses pembiayaan inklusif dengan penjaminan kredit yang lebih kuat.
- Digitalisasi koperasi agar relevan dengan perkembangan zaman.
- Sinergi program pemberdayaan dengan organisasi masyarakat sipil dan asosiasi.
Prioritas pertama adalah memastikan akses pembiayaan yang inklusif bagi koperasi dan UMKM. Hal ini perlu didukung dengan penjaminan kredit yang lebih kuat, sehingga memudahkan pelaku usaha kecil mendapatkan modal yang mereka butuhkan untuk pengembangan bisnis.
Prioritas kedua yang ditekankan adalah digitalisasi koperasi. Di era modern ini, digitalisasi menjadi kunci relevansi dan efisiensi operasional. Dengan adopsi teknologi digital, koperasi diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan transparansi, dan mengelola data anggota dengan lebih baik. Ini akan membantu koperasi bersaing di tengah perkembangan zaman yang pesat.
Terakhir, PUPUK menekankan pentingnya sinergi program pemberdayaan antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan asosiasi. Kolaborasi erat ini dianggap sebagai kunci utama agar transformasi UMKM dan koperasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Keterlibatan berbagai pihak akan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi sektor ini.
Dukungan Penuh dari PUPUK dan Rekam Jejak
PUPUK, sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perintis gerakan usaha kecil di Indonesia sejak tahun 1980-an, menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan rekam jejak panjang dalam mendampingi dan memberdayakan UMKM, PUPUK memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan di lapangan. Mereka berkomitmen untuk mendukung kebijakan yang pro-UMKM dan koperasi.
Dukungan PUPUK mencakup berbagai inisiatif konkret. Ini termasuk mendorong UMKM untuk "naik kelas" melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produk. Selain itu, PUPUK juga berupaya memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM, baik di tingkat domestik maupun internasional. Tujuannya adalah agar UMKM dapat bersaing secara global dan memberikan kontribusi lebih besar pada perekonomian.
PUPUK juga berfokus pada pembangunan koperasi modern yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Mereka percaya bahwa dengan kepemimpinan Menteri Koperasi baru, arah kebijakan akan semakin sejalan dengan kebutuhan para pelaku usaha kecil di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan koperasi yang tidak hanya kuat secara ekonomi tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan.
Ferry Juliantono dan Kabinet Merah Putih
Pelantikan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi merupakan bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo resmi melantik lima pejabat baru. Perombakan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan menyesuaikan dengan kebutuhan strategis negara.
Selain Ferry Juliantono, beberapa nama lain juga dilantik dalam reshuffle tersebut. Purbaya Yudhi Sadewa kini menjabat sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Irfan Yusuf dilantik sebagai Menteri Haji dan Umroh, didampingi Dahnil Azhar sebagai wakilnya. Sementara itu, posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dijabat Dito Ariotedjo belum disebutkan penggantinya.
Perubahan juga terjadi di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), di mana Muktaruddin diangkat sebagai Kepala. Pelantikan para pejabat baru ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan penyegaran dan penyesuaian dalam struktur kabinet. Diharapkan, dengan formasi baru ini, berbagai program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Sumber: AntaraNews