Menkop Ferry Sebut Koperasi Merah Putih, Model Koperasi Masa Depan di Tiap Desa/Kelurahan Jabar

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan Koperasi Merah Putih di Jawa Barat adalah model koperasi masa depan, mendorong ekonomi rakyat modern dan berdaya saing. Simak visi lengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menkop Ferry Sebut Koperasi Merah Putih, Model Koperasi Masa Depan di Tiap Desa/Kelurahan Jabar
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan 80.081 **Koperasi Desa** akan **penuhi Gudang Bulog** dengan produk **pangan lokal**, wujudkan kedaulatan pangan dan ciptakan jutaan lapangan kerja. (AntaraNews)

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono baru-baru ini menyoroti peran krusial Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai model koperasi masa depan. Pernyataan ini disampaikan dalam Musyawarah Dewan Koperasi Indonesia tingkat wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat tahun 2025.

Acara penting yang berlangsung di Gedung Sate Bandung pada Senin, 20 Oktober tersebut, dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi. Menkop Ferry menegaskan bahwa koperasi harus menjadi solusi konkret bagi akses ekonomi rakyat.

Koperasi Merah Putih diharapkan mampu membuka peluang ekonomi di tingkat akar rumput, serta bertransformasi menjadi gerakan ekonomi rakyat yang modern, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. Ini menandai era pembaruan signifikan dalam gerakan koperasi nasional.

Menkop Ferry Juliantono menekankan bahwa era saat ini menuntut pembaruan gerakan koperasi yang substansial. Koperasi tidak bisa lagi hanya berfungsi sebagai organisasi administratif semata, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang tangguh.

Dalam pandangannya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengadopsi prinsip-prinsip modernitas dan profesionalisme. "Tetapi, harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang moderen, profesional dan berdaya saing tinggi," ucap Ferry, menggarisbawahi visinya.

Oleh karena itu, Dekopinwil diharapkan terus berperan sebagai wadah konsolidasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas koperasi di seluruh wilayah. Organisasi ini juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang inklusif serta berkeadilan.

Dekopinwil Jawa Barat secara khusus diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, mengawal transformasi koperasi menuju digitalisasi yang menyeluruh. Selain itu, penguatan tata kelola dan perluasan jejaring usaha menjadi fokus utama untuk mencapai tujuan tersebut.

Ferry Juliantono juga menyoroti potensi besar koperasi dalam mendorong pembangunan ekonomi di tingkat daerah. Ia merujuk pada banyaknya koperasi sektor produksi yang telah tumbuh kuat di Jawa Barat, menunjukkan keberhasilan nyata.

Contohnya termasuk koperasi peternakan, perikanan, dan pertanian yang dikelola dengan sangat profesional. "Kisah-kisah sukses ini perlu diangkat ke permukaan, disebarluaskan, dan dijadikan contoh best practices," kata Ferry.

Penyebarluasan kisah sukses ini penting agar masyarakat luas memahami bahwa koperasi memiliki kapasitas untuk menjadi pemain utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Ini akan mengubah persepsi publik terhadap koperasi.

Lebih lanjut, Menkop berharap Dekopin dapat berfungsi sebagai etalase keberhasilan koperasi secara nasional. Ini akan menjadi tempat di mana masyarakat bisa melihat secara langsung bagaimana koperasi mampu unggul, berinovasi, dan menembus pasar yang lebih luas.

Menurut Menkop Ferry, kekuatan gerakan koperasi sangat bergantung pada integrasinya ke dalam gaya hidup masyarakat. Koperasi harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari setiap individu.

"Ini tugas kita bersama untuk memasyarakatkan koperasi, menjadikannya kebanggaan," ujarnya, menekankan pentingnya membangun rasa memiliki. Ia berharap masyarakat akan bangga berkata, "saya anggota koperasi."

Selain itu, Ferry juga berharap generasi muda dapat melihat koperasi sebagai platform yang relevan untuk berkreasi, berinovasi, dan berjejaring. Koperasi tidak boleh lagi dianggap kuno, melainkan sebagai wadah ekonomi gotong royong yang modern dan digital.

Dalam konteks ini, peran Dekopinwil dan seluruh insan koperasi Jawa Barat menjadi sangat vital. Mereka diharapkan membangun narasi positif tentang koperasi, memperkuat publikasi, dan membumikan nilai-nilai koperasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi