Sejak 1998, Paluma Nusantara Gandeng Pemkab Lamsel Dukung Program Ekonomi Hijau Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersinergi dengan Paluma Nusantara untuk mendorong program ekonomi hijau, membuka peluang usaha bagi kaum muda, dan memperkuat ketangguhan komunitas. Simak detailnya!
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Paluma Nusantara, sebuah lembaga nirlaba yang telah berkiprah sejak tahun 1998. Kemitraan ini bertujuan untuk mengimplementasikan berbagai program ekonomi hijau di wilayah Lampung Selatan. Kesepakatan ini diumumkan di Kalianda pada Senin (13/10) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto.
Kolaborasi ini selaras dengan target pembangunan nasional yang berfokus pada sektor lingkungan dan ekonomi hijau berkelanjutan. Melalui program ini, diharapkan tercipta peluang usaha baru bagi kaum muda, sekaligus memperkuat ketahanan komunitas lokal. Inisiatif ini juga berupaya melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat secara menyeluruh.
Paluma Nusantara akan menghadirkan pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, serta strategi pemasaran berbasis e-commerce. Semua upaya ini dirancang untuk memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat Lampung Selatan. Pemkab Lamsel menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan program ini.
Mendorong Peluang Usaha Hijau bagi Kaum Muda
Program Pioneer for Green Future Green Income Prospects for Marginalized Youth (Go Green Pro) menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan ini. Program ini didanai oleh ASB-BMZ Jerman dan secara spesifik menargetkan pembukaan peluang usaha hijau bagi kaum muda di Lampung Selatan. Ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi tantangan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya global untuk mendorong praktik bisnis yang ramah lingkungan.
Melalui Go Green Pro, kaum muda akan mendapatkan akses ke berbagai pelatihan kewirausahaan yang komprehensif. Pelatihan ini mencakup aspek-aspek penting dalam memulai dan mengembangkan bisnis berkelanjutan, mulai dari ideasi hingga operasional. Selain itu, mereka juga akan menerima pendampingan bisnis secara intensif dari para ahli di Paluma Nusantara, memastikan dukungan berkelanjutan.
Aspek pemasaran juga menjadi fokus utama, dengan penekanan pada strategi berbasis e-commerce yang modern dan efektif. Hal ini memungkinkan produk dan jasa yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis hijau yang dinamis dan inovatif, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Memperkuat Ketangguhan Komunitas dan Lingkungan
Selain Go Green Pro, program Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste (SPRINT) juga akan diimplementasikan di Lampung Selatan. Program SPRINT didukung oleh Asian Disaster Preparedness Centre (ADPC) dan telah berjalan sejak Juni 2025. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas kepemimpinan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, sebuah aspek krusial di wilayah rawan bencana.
Pelaksanaan program SPRINT Phase II ini akan berlangsung hingga Januari 2027, khususnya di dua desa percontohan yaitu Desa Rajabasa dan Desa Canti, Kecamatan Rajabasa. Tujuannya adalah untuk membangun komunitas yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam. Ini mencakup edukasi, simulasi, dan pengembangan rencana mitigasi bencana yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kedua program, Go Green Pro dan SPRINT, memiliki benang merah yang sama: pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ketangguhan komunitas. Sinergi ini menunjukkan komitmen Paluma Nusantara dan Pemkab Lamsel terhadap pembangunan berkelanjutan yang holistik. Upaya ini akan didokumentasikan secara berkala untuk memastikan hasil yang terukur dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Profil dan Komitmen Paluma Nusantara
Nanang Priyatna, perwakilan dari Paluma Nusantara, menjelaskan bahwa lembaga nonprofit ini memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada tahun 1998 di Jakarta. Kini, fokus operasionalnya meluas ke Yogyakarta serta beberapa daerah lain, termasuk Lampung Selatan. Kehadiran Paluma Nusantara di Lamsel menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan daerah.
Paluma Nusantara memiliki cakupan kerja yang luas, meliputi pemberdayaan masyarakat, penguatan perempuan, dan perlindungan anak. Selain itu, lembaga ini juga aktif dalam pelestarian lingkungan serta pengembangan usaha mikro dan agribisnis. "Paluma Nusantara bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, penguatan perempuan, perlindungan anak, pelestarian lingkungan, dan pengembangan usaha mikro serta agribisnis," ujar Nanang Priyatna.
Keterlibatan Paluma Nusantara dalam program-program ini menegaskan peran penting organisasi nirlaba dalam mendukung pemerintah daerah. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, Paluma Nusantara diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan positif di Lampung Selatan. Sinergi ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membebani anggaran daerah. "Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian terhadap masyarakat Lampung Selatan. Dari inisiatif hingga pendanaan, semuanya tidak membebani daerah. Kami menyambut baik kegiatan yang akan diadakan di Lampung Selatan," ujar Supriyanto.
Sumber: AntaraNews