Mengukir Sejarah: Kolaborasi Hakaaston Lamsel Wujudkan Kesejahteraan, Tol Bakter Jadi Jembatan Inovasi!

PT Hakaaston dan Pemkab Lampung Selatan menjalin Kolaborasi Hakaaston Lamsel untuk kesejahteraan warga melalui program inovatif. Simak bagaimana sinergi ini membawa dampak positif!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengukir Sejarah: Kolaborasi Hakaaston Lamsel Wujudkan Kesejahteraan, Tol Bakter Jadi Jembatan Inovasi!
PT Hakaaston dan Pemkab Lampung Selatan menjalin Kolaborasi Hakaaston Lamsel untuk kesejahteraan warga melalui program inovatif. Simak bagaimana sinergi ini membawa dampak positif! (AntaraNews)

PT Hakaaston (HKA), anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero), bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) meluncurkan berbagai program. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kolaborasi Hakaaston Lamsel ini diharapkan membawa dampak positif berkelanjutan.

Program-program yang digagas meliputi inovasi pengelolaan sampah, penguatan ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal. Sinergi ini merupakan upaya nyata agar keberadaan jalan tol tidak hanya sebagai infrastruktur konektivitas. Namun, juga mampu memberikan manfaat sosial ekonomi secara langsung bagi warga sekitar.

Manajer Public Affairs PT Hakaaston, M. Alkautsar, menyatakan bahwa langkah ini membuka ruang kolaborasi intensif dengan pemerintah daerah. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Inovasi dan Dampak Sosial Ekonomi Tol Bakter

M. Alkautsar menjelaskan bahwa PT Hakaaston ingin memperkenalkan kiprahnya di Ruas Tol Bakter. Keberadaan tol ini diharapkan tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga menjadi pendorong kesejahteraan. Ia menambahkan bahwa “Kami ingin memperkenalkan kiprah PT Hakaaston Ruas Tol Bakter sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Program yang kami jalankan mencakup inovasi pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat.”

Menurut Alkautsar, kolaborasi antara PT HKA dan Pemkab Lampung Selatan akan mempermudah implementasi program inovatif. Program-program ini dirancang agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Dengan adanya komunikasi intensif, setiap program yang dijalankan perusahaan diharapkan mampu bersinergi dengan arah kebijakan pemerintah daerah,” katanya.

Setiap program perusahaan diharapkan mampu selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Alkautsar optimis bahwa dengan adanya Kolaborasi Hakaaston Lamsel, wilayah ini dapat menjadi model penerapan ESG di sektor infrastruktur. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami berharap program ini menjadi inspirasi bagi daerah lain. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Lampung Selatan dapat memperlihatkan wajah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Alkautsar. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang dari inisiatif yang sedang berjalan.

Sinergi Program dan Apresiasi Pemkab Lamsel

Salah satu program konkret yang telah dijalankan adalah pengolahan botol plastik. Hasil olahan ini dimanfaatkan oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Panca Tunggal, yang merupakan binaan Hakaaston. Program ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal.

“Kami ingin menjadikan kegiatan sederhana seperti pengolahan sampah botol plastik mampu berdampak besar. Bahkan, program ini juga mendorong pemanfaatan lahan kosong warga untuk pertanian, sehingga masyarakat bisa lebih produktif,” kata Alkautsar. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pemberdayaan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PT Hakaaston Ruas Tol Bakter. Beliau menilai langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah yang mendorong sinergi lintas sektor. Tujuannya adalah untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan merata.

“Dari adanya jalan tol ini, kami berharap manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Saya sangat terbuka dan senang bisa bekerja sama dengan pihak swasta,” ucap Bupati. Ia juga menekankan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) harus benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, menjaga Lampung Selatan sebagai “Bumi Khagom Mufakat” yang nyaman bagi investor. “Lampung Selatan harus tetap menjadi daerah yang nyaman bagi investor, tanpa mengabaikan komitmen sebagai Bumi Khagom Mufakat. Itu prinsip yang akan terus kami jaga,” tegasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi