Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan sejumlah teman kuliahnya semasa menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Sumber, Solo, Senin (20/7).
Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu digelar di ruang tamu rumah Jokowi. Selain menjadi ajang reuni dan melepas rindu. Pertemuan tersebut juga membahas persiapan menghadapi persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa.
"Ya mempersiapkan diri dan rekan-rekan saya seangkatan. Ya betul (persiapan persidangan)," kata Jokowi.
Sebanyak 15 teman kuliah Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM disebut siap memberikan kesaksian dalam persidangan perkara yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi. Kehadiran mereka di pengadilan disebut sebagai upaya meluruskan berbagai tudingan terkait riwayat pendidikan mantan presiden tersebut.
Sebelumnya, dua rekan kuliah Jokowi, Mustoha Iskandar dan Prono, mendatangi kediaman Jokowi pada Rabu (15/7/2026). Pertemuan itu dilakukan untuk menyamakan kembali ingatan serta keterangan yang akan disampaikan di persidangan.
Kuasa hukum para saksi, Ade Darmawan, mengatakan pihaknya memastikan seluruh saksi siap hadir di persidangan dengan kondisi kesehatan yang baik serta memiliki keterangan yang tetap konsisten dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah dibuat sebelumnya.
"Kita memastikan saksi-saksi ini bisa hadir semua tanpa terkecuali, dari beberapa yang diperiksa oleh kepolisian. Kita cek kesehatannya, memorinya, pengingatnya ketika di BAP seperti apa. Ini kan sudah hampir satu tahun lebih, sehingga perlu kita cross-check kembali, yang kita pastikan adalah apa yang konsisten pada apa yang sudah disampaikan," ujar Ade.
Ade menjelaskan, para saksi merupakan teman satu angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM. Mereka menempuh pendidikan di fakultas dan kelas yang sama serta lulus pada tahun yang sama.
"Ada 14 sampai 15 orang. Teman kuliah semua dari UGM dan fakultas yang sama, lulus tahun yang sama, dan teman satu kelas beliau. Bahkan ada teman yang dikirim ke Aceh bareng," kata Ade.