Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama 16-19 Juli 2026 di Banyuwangi. Sebagai bagian dari rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Jember tersebut sukses menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif dari lima kabupaten di wilayah Sekarkijang, yakni Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo.
Selama empat hari penyelenggaraan, berbagai agenda mulai dari pameran UMKM, kompetisi ekonomi kreatif, edukasi digitalisasi, hingga hiburan berhasil menarik antusiasme masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas daerah dalam mendorong UMKM agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun global.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai Sekarkijang Creative Fest menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat di kawasan Sekarkijang.
"Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif dari masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang," kata Ipuk Fiestiandani di Gesibu Blambangan pada Jumat malam (17/7/2026).
Menurut Ipuk, kolaborasi yang dibangun melalui SCF diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
"Terimakasih kepada BI Jember yang sudah membangun sinergi dengan seluruh kabupaten yang ada di Sekarkijang," ujarnya.
Advertisement
Perkuat Daya Saing UMKM di Tengah Ketidakpastian Global
Ipuk mengatakan tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" relevan dengan tantangan ekonomi saat ini yakni menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Saat ini persaingan tidak lagi hanya antarproduk, tetapi juga antarekosistem. UMKM yang mampu memanfaatkan inovasi, teknologi digital, dan berkolaborasi secara kuat akan menjadi pemenang," ujarnya.
Ipuk menambahkan, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Mereka juga harus membangun kualitas, identitas, dan kepercayaan konsumen. Lima daerah yang tergabung dalam Sekarkijang bukanlah daerah yang saling bersaing, melainkan kawasan ekonomi yang saling melengkapi sesuai potensi masing-masing.
"Melalui Sekarkijang Creative Fest semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, dari penjualan konvensional menuju digital, hingga mampu menembus pasar internasional," kata Ipuk.
Advertisement
BI Jember Dampingi UMKM Sejak Awal Tahun
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Achmad mengatakan, rangkaian SCF sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2026 di lima kabupaten wilayah Sekarkijang, mulai dari kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, hingga promosi dan pameran produk di berbagai wilayah.
Puncaknya diselenggarakan di Banyuwangi, 16-19 Juli, yang kembali dikolaborasikan dengan Banyuwangi Ethno Carnival. Kegiatan diisi berbagai agenda yang tidak hanya mendukung pengembangan UMKM agar naik kelas, baik dari sisi kapasitas, akses permodalan, maupun digitalisasi pemasaran dan pembayaran melalui QRIS. Juga kegiatan seperti operasi pasar murah untuk pengendalian inflasi.
"Sejak Kamis kemarin sudah diisi berbagai kegiatan. Mulai urusan UMKM sampai ekonomi kreatif. Seperti Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition. Malam ini kita opening ceremony. Besoknya gelaran BEC, lanjut malam harinya ada Sekarkijang Got Talent di Gesibu Blambangan," tutur Achmad.
Ia menyebut, Sekarkijang Got Talent ajang pencarian bakat yang dilakukan BI Jember. Semacam acara America's Got Talent, ada yang akan menampilkan bakat nyanyi, sulap, hingga stand up comedy. Sementara puncaknya pada 19 Juli pagi akan ada event lari SCF Waqf Run 5K. Selama perayaan, masyarakat juga disuguhkan penampilan spesial dari sejumlah bintang tamu.
Sementara itu, rangkaian BEC akan ditutup oleh Konser Musik BEC sekaligus pengumuman Best Custome BEC yang menandai rangkaian BEC Week berakhir. Acara dipusatkan di Gesibu pada 19 Juli mulai pukul 19.00 WIB.
(*)