28 BUMN Kompak Eksekusi Program Olah Sampah di Likupang, Dukung Ekonomi Sirkular di Daerah Wisata Prioritas
Program ini dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2022-2023 telah dilakukan penyediaan sarana dasar pengelolaan sampah.
Sebanyak 28 BUMN termasuk Peruri terlibat dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Olah Sampah di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Langkah ini sebagai upaya dalam memperkuat komitmen tehadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (21/10) dan menjadi wujud nyata kontribusi BUMN dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu serta pemberdayaan masyarakat di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.
Program Kolaborasi Olah Sampah merupakan inisiatif Kementerian BUMN (kini Badan Pengaturan BUMN) sejak tahun 2022 yang bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendorong ekonomi sirkular di daerah wisata prioritas nasional.
Program ini dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2022-2023 telah dilakukan penyediaan sarana dasar pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan serta pembangunan Rumah Bakti BUMN di Desa Likupang yang kini telah menjadi ruang bersama yang hidup sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, tahap kedua (2023-2025) menitikberatkan pada pengembangan kapasitas masyarakat dan penerapan ekonomi sirkular melalui penyediaan mesin olah sampah, pelatihan kewirausahaan, serta revitalisasi fasilitas wisata di kawasan Pantai Paal.
Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding & TJSL Peruri, Dawam H menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11, 12, dan 13, yang meliputi pembangunan kota berkelanjutan, pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.
"Partisipasi Peruri dalam kolaborasi ini sejalan dengan arah perusahaan untuk memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga keindahan alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Dawam.
Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kolaborasi Olah Sampah Likupang serta Serah Terima Rumah Bakti BUMN, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara turut menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan program ini.
"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas program yang telah berjalan sejak tiga tahun lalu. Selain membantu menjaga kebersihan daerah kami, pelatihan dan pendampingan yang diberikan juga sangat bermanfaat dari sisi lingkungan maupun ekonomi," ujar Novly, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara.
Sejalan dengan Asta Cita Prabowo
Asisten Deputi Bidang TJSL BP-BUMN, Edi Eko Cahyono, menyampaikan bahwa program ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-3, ke-4, dan ke-6 Pemerintah, yaitu mendorong kewirausahaan, pemerataan ekonomi, serta pembangunan SDM unggul.
"Harapannya, program ini dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat Likupang, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi desa," ujarnya
Program ini merupakan hasil sinergi 28 BUMN yang bersama-sama berkomitmen mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. IFG bersama anggota holding PT Jamkrindo, PT Jasa Raharja, PT Askrindo, dan PT Jasindo berkolaborasi dengan PT WIKA (Persero) Tbk didukung oleh beberapa BUMN lainnya termasuk PERURI, PT Pelindo, PT PNM, PT PLN, PT Bank BNI, PT PP, PT BTN, PT BRI, Perum LPPNPI (Airnav), PT Hutama Karya, PT PELNI, PT Adhi Karya, PT Garuda Indonesia, Perum Perumnas, PT Angkasa Pura, PT Brantas, PT ASDP, PT RIU, PT Nindya Karya, PTPN I, Perum Bulog, dan PT Semen Indonesia.