Satu Tahun Lebih Dubes RI untuk Amerika Serikat Kosong, Begini Penjelasan Pemerintah
Sorotan ini muncul usai Indonesia resmi dikenakan tarif impor baru sebesar 32 persen.
Kekosongan posisi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) tengah menjadi sorotan usai ditinggalkan Rosan Roeslani yang mengakhiri masa tugasnya pada 17 Juli 2023.
Sorotan ini muncul usai Indonesia resmi dikenakan tarif impor baru sebesar 32 persen oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno mengatakan kosongnya posisi kursi Duber RI untuk AS tersebut disebabkan oleh pergantian pemerintahan di Indonesia pasca pemilihan presiden 2024.
Arif pun belum bisa memastikan kapan Presiden Prabowo Subianto akan menunjuk sosok calon Dubes RI untuk AS tersebut.
"Karena ada pergantian pemerintahan kan di kita," ujar Havaz kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (7/4).
Havas memastikan kekosongan kursi Dubes RI untuk AS tersebut tidak akan memengaruhi proses negosiasi kebijakan tarif. Sebab, proses negosiasi akan dilakukan langsung oleh perwakilan pemerintah tingkat tinggi yang akan dipimpin oleh Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan jajarannya.
"Ya kita kan kalau (negosiasi), udah high level (pertemuan tingkat tinggi)," tegasnya.
Dia optimis tim delegasi perwakilan Pemerintah Indonesia akan berjalan sukses dalam melaksanakan negosiasi. Meskipun, saat ini kursi Dubes RI untuk AS masih belum terisi.
Sebelumnya, Pemerintah Prabowo Subianto memilih negosiasi ketimbang membalas kebijakan tarif impor baru terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sikap ini berbeda dengan Pemerintah China hingga Kanada yang memilih untuk tidak membalas tarif impor AS
Airlangga mengatakan, keputusan pemerintah untuk memilih negosiasi merupakan kesepakatan bersama para pemimpin Asia Tenggara (ASEAN).
"Jadi ASEAN tidak mengambil angka retaliasi, tapi negosiasi," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, Senin (7/4).
Bahkan, lanjut Airlangga, Pemerintah Vietnam memilih untuk langsung menurunkan tarif impor terhadap AS hingga nol persen ketimbang melakukan aksi balasan seperti China hingga Kanada.
Airlangga mengatakan para Menteri Perdagangan se-Asean akan melakukan pertemuan pada 10 April untuk membahas lebih lanjut mengenai tarif Trump.