Respons Kemenkes soal Wacana Vasektomi Jadi Syarat Terima Bansos Warga Miskin
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati mengatakan, kementeriannya hanya merujuk pada aturan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons wacana vasektomi menjadi syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin. Wacana itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati mengatakan, kementeriannya hanya merujuk pada aturan. Hingga saat ini, tidak ada aturan yang mewajibkan laki-laki untuk vasektomi.
“Secara aturan tidak ada yang mewajibkan,” kata Widyawati, Rabu (30/4).
Praktisi Kesehatan Masyarakat, Ngabila Salam mengatakan, vasektomi diperbolehkan dalam dunia medis. Biasanya, prosedur kontrasepsi itu dilakukan karena beberapa kondisi. Pertama, pasangan suami istri tidak ingin memiliki anak lagi.
“Ini alasan paling umum. Pria dan pasangannya merasa keluarga sudah cukup dan tidak ingin kehamilan lagi,” kata Ngabila.
Kedua, pasangan memiliki risiko medis tinggi jika hamil. Misalnya, jika kehamilan bisa membahayakan nyawa atau kesehatan istri.
Ketiga, kontraindikasi penggunaan kontrasepsi pada pasangan. Ngabila mengambil contoh, istri tidak bisa memakai pil, spiral, suntik karena efek samping atau kondisi medis tertentu.
Keempat, masalah genetika. Jika ada risiko tinggi mewariskan penyakit genetik serius, vasektomi bisa dipilih untuk mencegah kehamilan.
Efek Samping Vasektomi
Menurut dokter yang kini menjadi Kepala Seksi Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamansari ini, vasektomi termasuk prosedur medis yang relatif aman.
Namun, tetap ada beberapa efek samping, risiko, dan kemungkinan komplikasi yang bisa muncul, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Efek samping jangka pendeknya berupa nyeri atau rasa tidak nyaman di skrotum setelah prosedur.Kemudian, bengkak dan memar di area operasi, perdarahan ringan dari luka operasi, dan infeksi di bekas sayatan.
Infeksi ini bisa kemerahan, bernanah, atau terasa panas. Sementara komplikasi serius vasektomi adalah hematokel atau penumpukan darah di skrotum.
Peradangan akibat sperma yang bocor dari saluran vas deferens ke jaringan sekitar, kista berisi sperma yang tumbuh di epididimis, dan nyeri kronis pada testis. Namun, komplikasi serius ini jarang terjadi.
Mitos Vasektomi
Ngabila mengatakan, ada beberapa mitos terkait vasektomi yang beredar selama ini. Di antaranya, bisa menyebabkan impotensi atau penurunan gairah seksual.
Ngabila menegaskan, hal tersebut tidak benar. Dia memastikan, vasektomi hanya memutus aliran sperma, tidak mengganggu hormon atau ereksi.
“Sperma tetap diproduksi oleh testis, tapi diserap tubuh secara alami. Tidak meningkatkan risiko kanker prostat, ini mitos yang dulu sempat beredar,” ucapnya.