BKKBN Papua Catat Penurunan Peserta KB Baru di 2025, Kuatkan Sosialisasi

BKKBN Papua mencatat 13.198 peserta KB baru pada 2025, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. BKKBN Papua terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi intensif program KB.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BKKBN Papua Catat Penurunan Peserta KB Baru di 2025, Kuatkan Sosialisasi
BKKBN Papua mencatat 13.198 peserta KB baru pada tahun 2025, angka ini menurun signifikan dari tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi perhatian serius BKKBN Papua untuk memperkuat sosialisasi program KB di masyarakat. (AntaraNews)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua melaporkan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) baru sebanyak 13.198 orang sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi BKKBN Papua dalam upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Kepala BKKBN Papua, Sarles Brabar, menyatakan bahwa capaian peserta KB baru tahun 2025 lebih rendah dari 20.537 orang pada 2024. Penurunan ini mendorong pihaknya untuk memperkuat strategi sosialisasi dan edukasi program KB. Fokus utama adalah menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang mungkin memiliki akses terbatas.

Upaya penguatan sosialisasi ini bertujuan agar lebih banyak keluarga di Papua memahami manfaat program KB. Selain itu, BKKBN Papua juga mencatat adanya peningkatan peserta KB ganti cara, yang mengindikasikan kesadaran masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai.

Penurunan jumlah peserta KB baru di Papua pada tahun 2025 menjadi sorotan utama bagi BKKBN setempat. Data menunjukkan bahwa hanya 13.198 orang yang menjadi peserta baru, menurun dari 20.537 orang pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut pendekatan yang lebih inovatif dalam penyampaian informasi program KB.

Sarles Brabar menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong penguatan sosialisasi program KB agar lebih banyak keluarga memahami manfaatnya. Edukasi yang komprehensif sangat diperlukan agar masyarakat, khususnya di daerah terpencil, dapat memahami pentingnya perencanaan keluarga. Program ini bukan hanya tentang menekan angka kelahiran, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga.

BKKBN Papua berencana untuk lebih aktif menjangkau komunitas-komunitas adat dan kelompok masyarakat yang sulit diakses. Tujuannya adalah memastikan bahwa informasi mengenai berbagai metode kontrasepsi dan manfaatnya dapat diterima secara luas. Dengan demikian, diharapkan kesadaran akan program KB dapat meningkat secara merata di seluruh wilayah Papua.

Meskipun peserta KB baru menurun, BKKBN Papua mencatat peningkatan signifikan pada peserta KB ganti cara. Jumlahnya meningkat dari 3.817 orang pada 2024 menjadi 5.249 orang pada 2025. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar untuk menyesuaikan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kenyamanan mereka.

Peserta KB ulangan masih mendominasi, meskipun mengalami penurunan dari 56.037 orang pada 2024 menjadi 42.833 orang pada 2025. Jenis kontrasepsi yang paling diminati masyarakat Papua saat ini adalah implan dan suntik. Kedua metode ini dinilai praktis dan nyaman digunakan oleh para pengguna.

Implan, misalnya, dianggap lebih efisien karena dapat digunakan hingga tiga tahun tanpa perlu kontrol rutin setiap bulan. Kemudahan dan efektivitas ini menjadi faktor penting dalam pilihan masyarakat. Pemahaman yang lebih baik tentang berbagai pilihan kontrasepsi dapat membantu individu membuat keputusan yang tepat untuk perencanaan keluarga mereka.

BKKBN Papua juga aktif mendorong keterlibatan pria dalam program Keluarga Berencana. Salah satu metode yang disosialisasikan adalah vasektomi, yang digambarkan sebagai prosedur aman, sederhana, dan dilakukan secara sukarela. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa KB hanya menjadi tanggung jawab perempuan.

Kepala BKKBN Papua menekankan bahwa KB bukan hanya tanggung jawab perempuan. Pria juga memiliki peran penting yang bisa diambil melalui vasektomi. Proses vasektomi dijelaskan cepat dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari para peserta.

Dengan melibatkan pria secara lebih aktif, diharapkan program KB dapat berjalan lebih efektif dan merata. Edukasi mengenai vasektomi terus digalakkan untuk menghilangkan stigma dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Keterlibatan kedua belah pihak dalam perencanaan keluarga akan menciptakan keluarga yang lebih sejahtera.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi