RAAM Siapkan Rights Issue dengan Penerbitan 1,36 Miliar Saham
RAAM menyatakan bahwa langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus menopang kinerja.
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) tengah menyiapkan langkah strategis berupa penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue). Dalam aksi korporasi ini, perusahaan yang dikenal sebagai rumah produksi milik Raam Punjabi tersebut berencana menerbitkan hingga 1.362.724.000 saham baru.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Sabtu (28/3) jumlah saham yang akan dilepas itu setara dengan maksimal 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp 60 per saham.
Manajemen RAAM menyatakan bahwa langkah ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus menopang kinerja RAAM beserta entitas anaknya.
"Penambahan Modal dilakukan oleh Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan dan entitas anak Perseroan," tulis Direksi RAAM, Sabtu (28/3).
Dana yang diperoleh dari rights issue nantinya akan difokuskan pada beberapa kebutuhan utama. Salah satunya adalah untuk mendukung modal kerja produksi konten, seperti film, web series, dan sinetron, termasuk aktivitas pemasaran serta investasi di sektor terkait.
RAAM Alokasikan ke Anak Usaha
Selain itu, RAAM juga berencana mengalokasikan dana untuk menambah modal pada anak usahanya, PT Platinum Sinema, di mana perseroan memiliki hampir seluruh sahamnya. Langkah ini diarahkan untuk memperluas jaringan bisnis dengan membangun dan mengoperasikan sekitar 50 bioskop baru di berbagai kota di Indonesia.
Rights Issue Ditarget 12 Bulan
Dari sisi kepemilikan saham, mayoritas masih berada di tangan internal perusahaan, sementara publik memegang sekitar 22,73%. Saat ini, posisi Direktur Utama diisi oleh Ario Bayu Wicaksono, dengan Ram Jethmal Punjabi sebagai Komisaris Utama.
Adapun pelaksanaan rights issue ini ditargetkan berlangsung dalam waktu maksimal 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan melalui RUPSLB. Perseroan juga akan menggunakan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 sebagai dasar pelaksanaan, sementara harga pelaksanaan saham baru akan diumumkan dalam prospektus resmi yang akan datang.