Astra Tambah Belanja Modal Jadi Rp36 Triliun di 2026, Sektor Ini Jadi Prioritas
Astra menyiapkan capex Rp36 triliun pada 2026. Selain itu, RUPST juga menyetujui pembagian dividen hingga Rp15,6 triliun kepada pemegang saham.
PT Astra International, Tbk (ASII) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak Rp36 triliun untuk tahun 2026.
Nilai tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi capex tahun sebelumnya yang mencapai Rp32 triliun.
Direktur ASII, Hsu Hai Yeh, menyampaikan bahwa rincian penggunaan dana investasi tersebut masih menunggu hasil evaluasi strategis perusahaan.
"Pada tahun 2026, kami berencana untuk meningkatkan alokasi investasi sekitar 10 persen menjadi sekitar Rp 36 triliun. Alokasi modal yang lebih rinci termasuk fokus investasi akan disampaikan setelah proses strategic review selesai," kata Hsu dalam konferensi pers RUPST 2026 di Menara Astra, Jakarta.
Strategi Capex dan Fokus Investasi
Pada tahun sebelumnya, sebagian besar capex Astra diarahkan ke sektor alat berat dan pertambangan yang menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan.
Memasuki 2026, perusahaan mulai menggeser fokus penggunaan capex, dengan penekanan pada kebutuhan pemeliharaan (maintenance) serta pengembangan di sejumlah sektor prioritas.
Meski demikian, Astra tetap mempertimbangkan dinamika ekonomi, kondisi operasional, serta peluang bisnis dalam menentukan arah investasi ke depan.
Pembagian Dividen
Dalam RUPST yang sama, Presiden Direktur ASII, Rudy menyampaikan persetujuan penggunaan laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp32,7 triliun.
“Menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 32.768.787.786.564,” ujar Rudy.
Sebagian laba tersebut akan dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp390 per saham, dengan total nilai maksimal mencapai Rp15,66 triliun. Angka tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp98 per saham yang telah dibayarkan sebelumnya.
“Sebesar Rp390,- setiap saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15.668.846.832.200,- dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98,- per saham atau sebesar Rp 3.967.388.207.720 yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2025,” ujarnya.
Sisa dividen sebesar Rp292 per saham dijadwalkan akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB sebagai recording date.
“Sisanya sebesar Rp 292,- per saham akan dibayarkan pada tanggal 25 Mei 2026 kepada Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB Recording Date Dividen,” ujar Rudy.
Perseroan juga menyampaikan bahwa total dividen yang dibagikan dapat berubah mengikuti jumlah saham yang berhak menerima, seiring program pembelian kembali saham yang masih berjalan.