PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp1,1 triliun kepada para pemegang sahamnya. Keputusan penting ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan baru-baru ini di Jakarta. Pembagian dividen ini berasal dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,2 triliun.
Selain agenda pembagian dividen, RUPST Astra Otoparts juga menyetujui perombakan signifikan dalam jajaran direksi dan komisaris. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi serta menyelaraskan dengan strategi bisnis perusahaan ke depan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kinerja dan tata kelola perseroan di masa mendatang.
Dividen yang akan dibagikan setara dengan Rp229 per saham, menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Proses pembayaran dividen ini akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu dividen interim dan dividen final, dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Advertisement
Advertisement
Distribusi Dividen Tunai Astra Otoparts
Pembagian Astra Otoparts dividen tunai sebesar Rp1,1 triliun ini merupakan bagian dari laba bersih tahun buku 2025. Jumlah tersebut mencerminkan Rp229 per saham yang akan diterima oleh para pemegang saham perseroan. Keputusan ini menunjukkan kinerja keuangan yang solid dari PT Astra Otoparts Tbk.
Dividen tersebut terdiri atas dividen interim sebesar Rp284,36 miliar atau setara Rp29 per saham. Dividen interim ini telah lebih dahulu dibayarkan pada tanggal 24 Oktober 2025 kepada pemegang saham yang berhak. Pembayaran ini merupakan langkah awal dari total komitmen dividen perseroan.
Selanjutnya, dividen final akan dibayarkan sebesar Rp819,35 miliar atau Rp170 per saham. Pembayaran dividen final ini dijadwalkan pada tanggal 15 Mei 2026. Pemegang saham yang tercatat pada tanggal 4 Mei 2026 berhak menerima pembayaran dividen final tersebut.
Advertisement
Wisnu Wijaya, Division Head of Corporate Communication & Investor Relations PT Astra Otoparts Tbk, menyatakan bahwa sisa laba bersih yang belum ditetapkan penggunaannya akan dibukukan sebagai laba ditahan. Hal ini menunjukkan kebijakan keuangan yang hati-hati untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Advertisement
Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris Astra Otoparts
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris PT Astra Otoparts Tbk. Perubahan ini krusial untuk memastikan kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar. Tujuannya adalah untuk memperkuat struktur organisasi perusahaan.
Salah satu perubahan signifikan adalah pengunduran diri Hamdani Dzulkarnaen S. dari posisi Presiden Direktur. Selain itu, Gidion Hasan juga mengundurkan diri sebagai Presiden Komisaris. Perubahan ini membuka jalan bagi figur-figur baru untuk memimpin perseroan ke depan.
Sebagai pengganti, Yusak Kristian Solaeman diangkat sebagai Presiden Direktur baru. Sementara itu, Thomas Junaidi Alim W. kini menjabat sebagai Presiden Komisaris. Gidion Hasan, meskipun mengundurkan diri dari posisi Presiden Komisaris, tetap menjabat sebagai Komisaris perseroan.
Advertisement
Dengan adanya perubahan ini, susunan pengurus perseroan saat ini telah diperbarui:
- Presiden Komisaris: Thomas Junaidi Alim W.
- Komisaris Independen: Bambang Widjanarko E.S.
- Komisaris Independen: Agus Tjahajana Wirakusumah
- Komisaris Independen: Djangkep Budhi Santoso
- Komisaris: Gunawan Geniusahardja
- Komisaris: Sudirman Maman Rusdi
- Komisaris: Gidion Hasan
- Presiden Direktur: Yusak Kristian Solaeman
- Direktur: Tujuh Martogi Siahaan
- Direktur: Ronny Kusgianta
- Direktur: Sophie Handili
- Direktur: Abun Gunawan
- Direktur: Prihatanto Agung Lesmono
- Direktur: Andi Gunanto
Advertisement
Susunan ini diharapkan dapat membawa PT Astra Otoparts Tbk mencapai target bisnisnya dan menghadapi tantangan di industri otomotif.
Sumber: AntaraNews