Laba Bersih Turun, Capex 2025 Astra Fokus ke Bisnis Inti Rp25 Triliun
Capex tahun ini akan difokuskan pada sektor-sektor bisnis inti Astra.
PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan rencana alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2025 sebesar Rp25 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp32 triliun.
Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menjelaskan bahwa penurunan alokasi capex dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, termasuk melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi global yang belum stabil.
“Kita perlu lebih waspada dalam mengucurkan belanja modal. Target sementara tahun ini sebesar Rp25 triliun, tapi tidak menutup kemungkinan akan lebih rendah,” ujar Djony dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5).
Djony menambahkan bahwa capex tahun ini akan difokuskan pada sektor-sektor bisnis inti Astra, seperti otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, serta properti.
Kinerja Kuartal I 2025
Astra juga telah merilis laporan kinerja keuangan untuk kuartal I 2025 yang berakhir pada 31 Maret. Dalam periode tersebut, pendapatan bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp83,4 triliun, meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba bersih perusahaan mengalami penurunan. Tanpa memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina, laba bersih tercatat sebesar Rp7,4 triliun atau turun 9 persen secara tahunan. Bila penyesuaian tersebut dimasukkan, laba bersih turun 7 persen menjadi Rp6,9 triliun.
Penurunan kinerja ini terutama disebabkan oleh pelemahan pada lini usaha terkait batu bara yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama Grup.
Sementara itu, nilai aset bersih per saham Astra per 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp5.468, meningkat 4 persen dari posisi per 31 Desember 2024.