Superbank (SUPA) Berhasil Kumpulkan Dana IPO hingga Rp 2,7 Triliun, Dukung Pengembangan Usaha
Berikut adalah rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana (IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang juga dikenal sebagai Superbank, telah menetapkan harga untuk penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 635 per lembar saham. Dengan harga tersebut, perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2,79 triliun dari IPO. Untuk apa saja dana tersebut akan digunakan?
Mengacu pada prospektus yang dipublikasikan di laman e-ipo pada Selasa (16/12), PT Super Bank Indonesia Tbk menawarkan sebanyak 4,40 miliar saham kepada publik dengan nilai nominal Rp100 per saham. Saham yang ditawarkan tersebut mewakili 13% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga IPO yang ditetapkan, dana yang diperoleh mencapai Rp2,79 triliun.
Rencana penggunaan dana IPO menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total dana akan dialokasikan untuk modal kerja, yang bertujuan untuk mendukung penyaluran kredit perusahaan. Sementara itu, sisanya sekitar 30% akan digunakan untuk belanja modal yang direncanakan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga lima tahun ke depan.
Belanja modal tersebut akan difokuskan pada pengembangan produk perusahaan, termasuk produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran, dengan penekanan pada solusi digital untuk retail dan UMKM guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Selain itu, pengembangan teknologi informasi (IT) juga akan menjadi prioritas, termasuk investasi dalam infrastruktur, sistem operasional, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data, serta peningkatan keamanan siber untuk membangun fondasi digital yang kuat dan efisien.
"Melalui investasi tersebut, perseroan memiliki aspirasi untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, keamanan data, dan kualitas layanan kepada nasabah," demikian kutipan yang terdapat dalam prospektus.
Superbank Tetapkan Harga Saham IPO Sebesar Rp 635
PT Super Bank Indonesia Tbk telah menetapkan harga saham perdana sebesar Rp 635 per lembar untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Sebelumnya, perusahaan ini menawarkan harga dalam rentang Rp 525 hingga Rp 695 per saham selama masa penawaran awal.
Mengacu pada laman e-ipo pada Rabu (10/12), PT Super Bank Indonesia Tbk akan menawarkan sebanyak 4,40 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut merupakan 13% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan penawaran ini, perusahaan diperkirakan akan mengumpulkan dana sebesar Rp 2,79 triliun dari pelaksanaan IPO.
Perusahaan yang akan menggunakan kode saham SUPA ini berencana menggunakan sekitar 70% dari dana hasil IPO untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit. Sedangkan sisa dana sekitar 30% akan dialokasikan untuk belanja modal guna mendukung kegiatan operasional perusahaan.
Untuk melaksanakan penawaran saham ini, PT Super Bank Indonesia Tbk telah menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi efek, antara lain PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas. Selain itu, PT Bahana Sekuritas dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek.
Berikut adalah jadwal IPO yang telah ditetapkan:
- Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 8 Desember 2025
- Masa penawaran umum perdana saham pada 10-15 Desember 2025
- Tanggal penjatahan pada 15 Desember 2025
- Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2025
- Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025
Superbank IPO
PT Super Bank Indonesia Tbk, yang juga dikenal sebagai Superbank, berencana untuk melaksanakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan ini akan menawarkan 4,40 miliar saham kepada publik dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham, menggunakan kode saham SUPA untuk pencatatan saham. Jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO ini mencapai maksimal 13% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Menurut prospektus perusahaan yang dipublikasikan di laman e-ipo pada Selasa (25/11), PT Super Bank Indonesia Tbk menetapkan harga IPO di rentang Rp525 hingga Rp695 per saham. Dengan penawaran tersebut, perusahaan diperkirakan dapat mengumpulkan dana maksimum sebesar Rp3,06 triliun. Dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan sekitar 70% untuk modal kerja yang berkaitan dengan penyaluran kredit, sementara sekitar 30% sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal guna mendukung aktivitas bisnis perusahaan.