Polresta Banjarmasin Sukses Panen Jagung Pascabanjir Kuartal IV, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polresta Banjarmasin berhasil melaksanakan panen jagung kuartal IV pascabanjir di Kabupaten Banjar, menegaskan komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Polresta Banjarmasin, yang merupakan bagian dari jajaran Polda Kalimantan Selatan, menunjukkan resiliensi luar biasa dengan sukses melaksanakan panen jagung kuartal IV. Keberhasilan ini dicapai meskipun lahan pertanian yang digunakan sempat terendam air akibat banjir beberapa waktu lalu. Panen jagung ini menjadi bukti nyata komitmen aparat kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan alam.
Proses panen jagung oleh Polresta Banjarmasin telah dimulai secara bertahap sejak tanggal 17 Januari 2026. Lokasi panen berada di lahan pertanian strategis yang terletak di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 5, Kabupaten Banjar. Upaya ini menyoroti adaptasi dan kerja keras yang dilakukan untuk memastikan hasil pertanian tetap optimal.
Kegiatan panen jagung ini tidak hanya sekadar memanen hasil bumi, tetapi juga merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan fokus pada lahan yang sebelumnya terdampak banjir, Polresta Banjarmasin memastikan bahwa potensi kerusakan hasil pertanian dapat diminimalisir. Ini sekaligus menjadi langkah proaktif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal.
Upaya Polresta Banjarmasin dalam Ketahanan Pangan Pascabanjir
Polresta Banjarmasin telah memulai panen jagung secara bertahap sejak 17 Januari 2026 di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 5, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan, terutama setelah wilayah tersebut dilanda banjir. Kabag SDM Kompol Kusdarmaji menjelaskan bahwa panen dilakukan secara bertahap untuk memastikan efisiensi dan hasil maksimal.
Lahan pertanian yang digunakan untuk panen jagung ini merupakan dukungan langsung dari Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Dukungan ini krusial mengingat keterbatasan lahan penanaman jagung yang dimiliki oleh Polresta Banjarmasin sebelumnya. Inisiatif kolaboratif ini menunjukkan sinergi antara berbagai pihak dalam mencapai tujuan ketahanan pangan.
Saat ini, panen jagung telah dilakukan di lahan seluas tujuh hektare dari total 11 hektare yang telah ditanami sejak 11 Oktober 2025. Masih terdapat sekitar empat hektare lahan yang belum siap untuk dipanen, menandakan bahwa proses panen akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Prioritas panen diberikan pada lahan yang sebelumnya terendam banjir untuk mengantisipasi kerusakan hasil pertanian dan menyelamatkan komoditas penting ini.
Optimisme Hasil Panen Jagung dan Dukungan Nasional
Kompol Kusdarmaji menegaskan bahwa panen jagung diprioritaskan pada lahan yang sebelumnya terendam banjir. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko untuk mengamankan hasil pertanian dari potensi kerusakan lebih lanjut. Fokus pada lahan terdampak banjir menunjukkan pendekatan yang cermat dan berorientasi pada pemulihan.
Proses panen jagung diperkirakan akan memerlukan waktu beberapa hari ke depan, sehingga jumlah hasil panen secara keseluruhan belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, Polresta Banjarmasin menyatakan optimisme tinggi terhadap hasil yang akan dicapai. “Insya Allah, kami optimistis hasil panen jagung ini maksimal untuk mendukung ketahanan pangan yang digelorakan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kusdarmaji.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa upaya panen jagung oleh Polresta Banjarmasin tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga selaras dengan agenda nasional. Dukungan terhadap program ketahanan pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen Polresta Banjarmasin dalam berkontribusi pada stabilitas pangan negara. Ini adalah contoh nyata bagaimana lembaga penegak hukum juga berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Sumber: AntaraNews