PHE Catat Produksi Minyak dan Gas Tinggi di Awal Tahun
PHE juga menunjukkan potensi besar dalam eksplorasi migas pada tahun 2024.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, berhasil mencatatkan produksi minyak mencapai 553,67 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2.826,56 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada Januari 2025.
Selama periode tersebut, PHE juga berhasil menyelesaikan sejumlah proyek penting, termasuk pengeboran 2 sumur eksplorasi, 70 sumur eksploitasi, 80 sumur workover, dan 3.016 sumur well service. Selain itu, PHE melaksanakan survei Seismik 3D dengan luas 164,29 kilometer persegi (km²).
Direktur Utama PHE, Dannif Danusaputro, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga ketahanan energi dan memastikan ketersediaan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas secara berkelanjutan.
"PHE berkomitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional dan akan terus meningkatkan produksi migas untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan," kata Dannif dalam keterangannya, Minggu (9/3).
PHE menerapkan berbagai strategi untuk mengoptimalkan produksi migas, termasuk eksplorasi wilayah baru, reaktivasi sumur yang tidak berproduksi, dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) seperti waterflood dan steamflood untuk meningkatkan efisiensi produksi dari sumur-sumur yang telah beroperasi lama. Selain itu, PHE juga mempercepat proyek greenfield dan berfokus pada eksplorasi wilayah baru, termasuk pengeboran di area laut dalam (deepwater) dan sumur yang lebih dalam dari sumur konvensional.
PHE juga menunjukkan potensi besar dalam eksplorasi migas pada tahun 2024, dengan temuan sumber daya migas kontingen 2C Recoverable Subholding Upstream Pertamina Group mencapai 652 juta barel standar minyak (MMBOE) atau 1,75 BBOE Inplace, yang merupakan pencapaian terbesar dalam 15 tahun terakhir. PHE berhasil menyelesaikan pengeboran 22 sumur eksplorasi dan mencatatkan survei Seismik 2D sepanjang 769 kilometer (km) dan Seismik 3D seluas 4.990 km².
Ke depan, PHE akan terus berfokus pada efisiensi operasional dan pencarian peluang eksplorasi baru. Dannif optimis dengan strategi yang tepat, industri migas Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan mendukung ketahanan energi nasional.