Inovasi PHE OSES Kurangi Emisi Karbon 400 Ribu tCO₂e, Optimalkan Gas Suar Jadi Energi Listrik

PHE OSES Kurangi Emisi Karbon hingga 400 ribu tCO₂e melalui inovasi REnPII–ENERSYNC dan integrasi gas suar. Bagaimana upaya ini mendukung target Net Zero Emission?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Inovasi PHE OSES Kurangi Emisi Karbon 400 Ribu tCO₂e, Optimalkan Gas Suar Jadi Energi Listrik
PHE OSES Kurangi Emisi Karbon hingga 400 ribu tCO₂e melalui inovasi REnPII–ENERSYNC dan integrasi gas suar. Bagaimana upaya ini mendukung target Net Zero Emission? (AntaraNews)

Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan capaian signifikan dalam pengurangan emisi karbon. Perusahaan berhasil memangkas emisi sebesar 400.924 tCO₂e melalui serangkaian inovasi dan optimalisasi sistem. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata upaya PHE OSES dalam mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Pencapaian luar biasa ini didapatkan berkat penerapan inovasi REnPII–ENERSYNC yang berfokus pada optimalisasi operasi Gas Turbine Generator (GTG) di seluruh area kerja. Selain itu, integrasi pemanfaatan gas suar turut berperan besar dalam mengubah limbah menjadi sumber energi yang bermanfaat. Proses ini melibatkan kolaborasi erat lintas fungsi, mulai dari pekerja lapangan hingga jajaran manajemen.

Inisiatif strategis ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Gas suar yang sebelumnya terbuang kini diubah menjadi energi listrik, memberikan kontribusi positif pada sistem pembangkitan. Langkah progresif ini menunjukkan bagaimana PHE OSES mengintegrasikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dengan tujuan keberlanjutan.

PHE OSES telah sukses mengintegrasikan pemanfaatan gas suar di sejumlah platform penting, termasuk Widuri, Rama, dan Pabelokan. Gas suar yang biasanya dibakar dan dilepaskan ke atmosfer, kini dialirkan untuk diubah menjadi energi listrik. Pemanfaatan ini secara langsung mendukung sistem pembangkitan energi di area operasional perusahaan.

Inovasi REnPII–ENERSYNC menjadi tulang punggung dalam upaya pengurangan emisi ini. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan kinerja Gas Turbine Generator (GTG) di seluruh wilayah operasi PHE OSES. Dengan demikian, penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien dan emisi yang dihasilkan dapat diminimalkan secara signifikan.

Manajer Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES, Rosihan Anwar, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil dari kolaborasi solid. Seluruh elemen perusahaan, dari tingkat lapangan hingga manajemen, bekerja sama untuk mewujudkan tujuan keberlanjutan ini. Komitmen terhadap manajemen energi sesuai prinsip ISO 50001 juga terus diperkuat, memastikan standar efisiensi energi yang tinggi.

Berbagai program yang dijalankan PHE OSES telah memberikan dampak operasional yang sangat signifikan. Efisiensi energi yang dihasilkan berhasil menghemat fuel gas mencapai 582 juta standar kaki kubik (MMSCF) per tahun. Jumlah ini setara dengan 614.379 GJ energi yang berhasil diselamatkan setiap tahunnya.

Selain penghematan energi, program ini juga berkontribusi pada penurunan emisi dari pembangkitan sebesar 105.494 ton CO₂e per tahun. Angka ini menambah total pengurangan emisi yang dicapai PHE OSES menjadi 400.924 tCO₂e. Pengurangan emisi ini merupakan langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim.

Tidak hanya itu, keberhasilan ini turut membawa dampak positif pada aspek finansial perusahaan. PHE OSES berhasil mencatat pengurangan biaya operasi dan pemeliharaan hingga Rp442 miliar per tahun. Di sisi lain, volume gas yang dijual sebagai kontribusi terhadap pasokan energi nasional juga meningkat, menunjukkan sinergi antara keberlanjutan dan keuntungan ekonomi.

Untuk mempertahankan kinerja positif ini, PHE OSES telah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang. Salah satunya adalah penerapan sistem tata kerja REnPII sebagai standar evaluasi energi. Langkah ini memastikan bahwa setiap operasi energi dievaluasi dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Digitalisasi pemantauan konsumsi energi dan emisi juga menjadi prioritas utama. Dengan sistem pemantauan yang canggih, PHE OSES dapat melacak dan mengelola penggunaan energi secara lebih akurat dan real-time. Selain itu, ekspansi proyek flare recovery akan terus dilakukan ke lapangan-lapangan lain, memperluas cakupan dampak positif.

Implementasi teknologi efisien, seperti Permanent Magnet Motor pada pompa ESP dan peningkatan kapasitas PLTS di Pabelokan, juga menjadi bagian dari strategi ini. General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, menegaskan komitmen perusahaan. “PHE OSES berkomitmen mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060 melalui pengelolaan energi yang semakin cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi