Pertagas Hadirkan Solusi Inovatif: Teknologi Migas Bersihkan Pipa Air Desa Lebih Efisien
PT Pertamina Gas (Pertagas) menginisiasi Program Pusaka Artha, mengadopsi teknologi migas untuk membersihkan pipa air desa, menjamin akses air bersih yang lebih efisien dan berkelanjutan.
PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, telah meluncurkan inisiatif inovatif bernama Program Pusaka Artha. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemeliharaan infrastruktur pipa air di desa-desa dengan mengadopsi teknologi yang lazim digunakan dalam industri migas. Inovasi ini merupakan komitmen Pertagas untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan akses air bersih.
Manajer Communication Relation & CSR Pertagas, Imam Rismanto, menjelaskan bahwa teknologi pigging yang biasa dipakai untuk membersihkan pipa penyalur gas, kini dimodifikasi menjadi teknologi tepat guna. Penerapan teknologi migas ini diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah efisiensi yang sering dihadapi oleh pengelola sistem air desa. Langkah ini sekaligus menegaskan peran Pertagas dalam transfer teknologi untuk kemaslahatan publik.
Sebagai proyek percontohan, teknologi pigging ini telah berhasil diterapkan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Keberhasilan uji coba ini menunjukkan potensi besar teknologi migas dalam memberikan dampak positif di sektor non-migas. Pertagas berupaya memastikan bahwa inovasi ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain yang membutuhkan.
Inovasi Teknologi Pigging untuk Air Bersih
Program Pusaka Artha yang digagas oleh Pertagas memperkenalkan teknologi pigging, sebuah metode pembersihan pipa yang telah teruji dalam industri migas. Teknologi ini melibatkan penggunaan alat sikat khusus (pig) yang didorong melalui pipa menggunakan tekanan air atau gas. Modifikasi teknologi migas ini memungkinkan pembersihan endapan lumpur dan kotoran dalam pipa air desa secara efektif tanpa perlu membongkar infrastruktur yang ada.
Imam Rismanto menekankan bahwa adaptasi teknologi pigging ini merupakan wujud komitmen Pertagas untuk menghadirkan solusi efisien. Dengan memanfaatkan keunggulan dalam jaringan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas berupaya mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas pemeliharaan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal dengan metode yang lebih modern.
Pendekatan ini secara signifikan mengurangi durasi dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pembersihan pipa. Jika sebelumnya proses manual memakan waktu berjam-jam dengan banyak personel, kini dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Efisiensi ini memungkinkan pembersihan dilakukan lebih sering, sehingga kualitas air yang mengalir ke warga tetap terjaga kejernihannya dan kelancarannya.
Penerapan dan Dampak Nyata di Lapangan
Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menjadi lokasi proyek percontohan penerapan teknologi pigging ini. Teknisi Pertagas secara langsung menerjunkan diri untuk memandu uji coba dan memberikan Workshop Pengenalan Inovasi Sistem Pigging. Workshop ini dilakukan di area Pamsimas RT 05, memungkinkan masyarakat melihat praktik langsung dan memahami cara kerja teknologi tersebut.
Hasil uji coba menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Dengan teknologi pigging, pembersihan pipa dapat dilakukan secara in-situ atau tanpa bongkar pasang, hanya dengan memanfaatkan tekanan air pompa untuk mendorong alat sikat khusus. Durasi pengerjaan terpangkas drastis menjadi 1-2 jam, hanya membutuhkan 1-2 personel saja, dibandingkan metode manual yang memakan 6-8 jam dengan 3-5 tenaga kerja.
Santo, Ketua Paguyuban Pamsimas RT 05, mengungkapkan bahwa metode manual sebelumnya sangat memberatkan. Proses tersebut mengharuskan tim mengangkat seluruh unit pompa dan pipa ke permukaan, sehingga pembersihan hanya sanggup dilakukan sebulan sekali. Akibatnya, endapan lumpur kerap menyumbat aliran air, mengganggu pasokan kepada warga.
“Perbedaannya sangat terasa. Dulu, servis pipa terasa berat karena butuh gotong royong seharian. Sekarang prosesnya jauh lebih ringan dan cepat. Karena mudah, kami bisa membersihkan pipa seminggu sekali, membuat air yang sampai ke warga jauh lebih lancar dan jernih,” ujar Santo, merasakan langsung manfaat dari inovasi teknologi migas ini.
Komitmen Pertagas pada Keberlanjutan dan SDGs
Program Pusaka Artha Pertagas sejalan dengan penerapan aspek Environmental, Social and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi ini secara langsung berkontribusi pada SDG Tujuan 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui penjagaan kualitas infrastruktur air. Selain itu, program ini juga mendukung SDG Tujuan 9, Industri, Inovasi dan Infrastruktur, lewat transfer teknologi yang meningkatkan efisiensi sumber daya pedesaan.
Imam Rismanto menegaskan bahwa Pertagas berkomitmen untuk terus mengadopsi teknologi migas guna memecahkan masalah riil yang dihadapi masyarakat. “Kami berharap inovasi ini selain mendorong efisiensi dalam pemeliharaan juga mendukung keberlanjutan akses air bersih warga lebih terjamin,” tandasnya, menunjukkan visi jangka panjang perusahaan.
Dengan menghadirkan solusi teknologi yang efisien dan berkelanjutan, Pertagas tidak hanya menjalankan fungsi bisnisnya tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana perusahaan energi dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi dan transfer teknologi yang tepat guna.
Sumber: AntaraNews