PEP Zona 4 Tingkatkan Produksi Minyak Signifikan Lewat Intervensi Sumur LBK-29

PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil meningkatkan produksi minyak secara signifikan di sumur LBK-29, Muara Enim, melalui intervensi sumur menggunakan teknologi canggih. Simak detail keberhasilan ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PEP Zona 4 Tingkatkan Produksi Minyak Signifikan Lewat Intervensi Sumur LBK-29
PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil meningkatkan produksi minyak secara signifikan di sumur LBK-29, Muara Enim, melalui intervensi sumur menggunakan teknologi canggih. Simak detail keberhasilan ini. (AntaraNews)

PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mencatat peningkatan produksi minyak yang signifikan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Peningkatan ini dicapai melalui kegiatan intervensi pada sumur LBK-29 yang sebelumnya mengalami penurunan aliran.

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi sumur eksisting. Tujuannya guna mendorong peningkatan produksi migas nasional secara efisien dan berkelanjutan.

Sumur LBK-29, yang sempat berhenti mengalir, kini mampu memproduksi 552 barel minyak per hari (BOPD). Selain itu, sumur ini juga menghasilkan gas sebesar 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) setelah intervensi.

PEP Zona 4 tidak hanya berfokus pada pengeboran sumur baru, tetapi juga mengedepankan optimalisasi sumur yang sudah ada. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan produksi minyak secara efisien, rendah risiko, dan berkelanjutan. Strategi ini krusial untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika kebutuhan nasional.

Sebelum intervensi, sumur LBK-29 memiliki kemampuan produksi sebesar 205 BOPD. Namun, sumur ini berhenti mengalir sejak 13 Maret 2026 akibat menurunnya tenaga alamiah reservoir, yang menghambat aliran minyak ke permukaan. Situasi ini menuntut tindakan cepat dan tepat guna mengembalikan potensi produksi sumur.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen PEP Zona 4 dalam mendukung ketahanan energi nasional. Perusahaan terus berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan energi, sekaligus menjaga keberlanjutan operasi migas. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai kemandirian energi.

Untuk mengembalikan produksi, PEP Zona 4 melakukan intervensi pada 20 hingga 24 Maret 2026. Mereka menerapkan teknologi artificial lifting menggunakan electric submersible pump (ESP).

Melalui teknologi ESP, minyak dari dasar sumur diangkat ke permukaan menggunakan prinsip pompa sentrifugal. Setelah itu, minyak dialirkan ke stasiun pengumpul untuk proses lebih lanjut.

Metode ini dinilai sangat efektif karena mampu menghasilkan laju produksi tinggi dan operasi yang relatif stabil. Teknologi ESP juga mudah dikendalikan, khususnya untuk sumur dalam seperti LBK-29.

PEP Zona 4 akan terus meningkatkan produksi migas melalui penemuan sumur baru dan optimalisasi sumur eksisting. Mereka tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).

Djudjuwanto menegaskan bahwa keselamatan adalah budaya yang mengakar di Pertamina. Hal ini menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional yang dilakukan.

"Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada memastikan keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar," kata Djudjuwanto.

Komitmen terhadap HSSE mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan. Ini juga memastikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi operasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi