Pertagas Perkuat Infrastruktur Energi Nasional Berkelanjutan, Targetkan Peningkatan Kinerja 2026

PT Pertamina Gas (Pertagas) terus memperkuat infrastruktur energi nasional berkelanjutan melalui inisiatif strategis dan kinerja operasional solid sepanjang 2025, menargetkan pertumbuhan signifikan pada 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pertagas Perkuat Infrastruktur Energi Nasional Berkelanjutan, Targetkan Peningkatan Kinerja 2026
PT Pertamina Gas (Pertagas) terus memperkuat infrastruktur energi nasional berkelanjutan melalui inisiatif strategis dan kinerja operasional solid sepanjang 2025, menargetkan pertumbuhan signifikan pada 2026. (AntaraNews)

PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan infrastruktur energi nasional berkelanjutan. Perusahaan ini mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun 2025, dengan pertumbuhan signifikan di berbagai lini bisnis utamanya. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.

Direktur Utama Pertagas, Indra Sembiring, menyatakan bahwa inisiatif strategis perusahaan pada tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur energi. Selain itu, peningkatan keandalan operasional serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien juga menjadi prioritas utama. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan ramah lingkungan bagi masyarakat dan industri.

Sepanjang 2025, Pertagas berhasil mencatatkan peningkatan kinerja operasional di seluruh lini bisnis, termasuk transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, dan transportasi LPG. Peningkatan ini didorong oleh penguatan konektivitas jaringan pipa serta pengembangan infrastruktur distribusi energi yang terintegrasi. Hal ini juga mencakup peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan industri di berbagai sektor strategis.

Sepanjang tahun 2025, Pertagas mencatatkan volume penyaluran gas lebih dari 1.500 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), menunjukkan peningkatan sekitar 4 persen dari realisasi tahun 2024. Sementara itu, volume transportasi minyak mencapai lebih dari 174 ribu barel minyak per hari (BOPD), tumbuh sekitar 8 persen. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas hulu migas yang meningkat dan tambahan pasokan dari wilayah produksi baru.

Pada segmen regasifikasi, Pertagas berhasil mencatat volume sekitar 155 billion british thermal unit per day (BBTUD), meningkat sekitar 6 persen. Produksi LPG juga menunjukkan pertumbuhan positif sekitar 5 persen, dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025. Kinerja operasional yang kuat ini mencerminkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi energi Pertagas.

Dari sisi kinerja keuangan, Pertagas secara konsolidasi membukukan pendapatan sebesar 861,51 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025. Kontribusi utama pendapatan ini berasal dari bidang usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi. Fundamental perusahaan yang solid ini menjadi landasan bagi rencana ekspansi dan pengembangan di masa mendatang.

EBITDA perusahaan tercatat sebesar 427,46 juta dolar AS, mengalami kenaikan 15,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 21,43 persen. Pencapaian ini menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan Pertagas dalam mengelola aset serta layanannya secara optimal, sembari tetap mengutamakan keandalan dan keamanan operasi.

Kinerja positif Pertagas juga didukung oleh ekspansi basis pelanggan yang luas di berbagai sektor, mulai dari industri strategis hingga segmen rumah tangga dan UMKM. Saat ini, layanan Pertagas menjangkau lebih dari 60 pelanggan industri strategis. Pelanggan ini tersebar di sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, dan kaca, menunjukkan peran vital Pertagas dalam mendukung industri nasional.

Selain itu, Pertagas juga melayani lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menyediakan akses energi yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat. Jaringan distribusi yang luas ini menjadi salah satu kunci dalam mencapai ketahanan energi nasional.

Pertagas saat ini mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer dan pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur vital ini berperan sebagai tulang punggung distribusi energi. Jaringan ini memastikan pasokan energi yang berkelanjutan bagi berbagai sektor strategis nasional, dari hulu hingga hilir.

Memasuki tahun 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional pada lini bisnis utamanya. Target volume transportasi gas diperkirakan mencapai sekitar 1.600 MMSCFD, sementara transportasi minyak ditargetkan sebesar 175 ribu BOPD. Untuk mencapai target ambisius ini, Pertagas akan melaksanakan berbagai inisiatif yang menopang pertumbuhan volume dan jumlah pelanggan.

Sebagai upaya mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Pertagas merencanakan nilai belanja modal (capex) sekitar 75 juta dolar AS pada tahun ini. Anggaran ini akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur energi dan peningkatan keandalan jaringan di beberapa wilayah operasi. Investasi ini krusial untuk menjaga kualitas layanan dan ekspansi jaringan.

Salah satu proyek utama yang sedang dikembangkan adalah pembangunan pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat sistem logistik energi nasional, menurunkan biaya distribusi, serta mengurangi emisi dari transportasi darat di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Proyek ini juga akan meningkatkan efisiensi penyaluran BBM.

Selain itu, setelah rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut. Optimalisasi ini bertujuan untuk memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan, sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam jaringan energi regional. Ke depan, Pertagas juga mendorong pengembangan peluang bisnis baru, termasuk pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi