Pergerakan Penumpang Bandara Soetta Menurun Drastis H-2 Lebaran 2026: Ada Apa?
Pergerakan penumpang di Bandara Soetta menurun signifikan pada H-2 Lebaran 2026, berbeda dengan puncak arus mudik sebelumnya. InJourney Airports tetap siaga penuh hadapi jutaan Pergerakan Penumpang Bandara Soetta.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat penurunan pergerakan penumpang pada H-2 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Total penumpang yang tercatat mencapai 159.814 orang pada tanggal 19 Maret 2026. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya mencapai puncak arus mudik yang lebih tinggi.
Jumlah tersebut terbagi menjadi 91.919 penumpang keberangkatan dan 67.895 penumpang kedatangan. Asisten Deputi Komunikasi & Hukum PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa angka ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 184.754 penumpang.
Penurunan aktivitas penerbangan ini dikarenakan adanya perayaan Nyepi 2026, yang menyebabkan pergerakan pesawat hanya sebanyak 1.127 penerbangan. Kondisi ini memberikan gambaran awal dinamika arus mudik di salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
Dinamika Penurunan Pergerakan Penumpang Bandara Soetta
Pada H-2 Lebaran 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat pergerakan penumpang sejumlah 159.814 orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 184.754 penumpang, yang merupakan puncak arus mudik. Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengonfirmasi data tersebut pada Selasa, 19 Maret.
Dari total pergerakan penumpang tersebut, Terminal 1 melayani 42.286 orang dengan 290 penerbangan. Sementara itu, Terminal 2 domestik mencatat 43.979 orang dengan 342 penerbangan dan Terminal 2 internasional melayani 16.072 orang dengan 110 penerbangan.
Terminal 3 juga menunjukkan aktivitas yang signifikan, dengan 28.871 penumpang domestik melalui 214 penerbangan dan 28.606 penumpang internasional melalui 159 penerbangan. Penurunan pergerakan penumpang dan pesawat ini secara langsung disebabkan oleh perayaan Nyepi 2026, yang memengaruhi jadwal penerbangan.
Proyeksi Arus Mudik Lebaran 2026 oleh InJourney Airports
Meskipun terjadi penurunan sementara pada pergerakan penumpang Bandara Soetta, InJourney Airports memproyeksikan pergerakan penumpang selama periode mudik Lebaran 2026 akan mencapai 9 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar dua hingga tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, menyatakan optimisme terhadap proyeksi tersebut.
InJourney Airports, sebagai pengelola 37 bandara di Indonesia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk operasional dan pelayanan. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. InJourney Airports sendiri merupakan entitas yang terbentuk dari merger Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II pada akhir 2023 atau Juli 2024, menjadikannya operator bandara terbesar kelima di dunia.
Posko Lebaran akan dioperasikan mulai 13 hingga 29 Maret 2026, dengan seluruh bandara beroperasi 24 jam penuh. Sebanyak 16 ribu personel juga akan disiagakan untuk melayani penumpang dan menjaga kelancaran operasional. Fasilitas keselamatan, keamanan, dan kepatuhan di sisi udara maupun darat dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi lonjakan pergerakan penumpang.
Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai Jadi Pusat Kepadatan
Selama periode arus mudik Lebaran tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) diprediksi menjadi bandara tersibuk. Prediksi ini didasarkan pada volume pergerakan penumpang yang tinggi di kedua lokasi tersebut.
Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan akan melayani sekitar 179.000 penumpang pada puncak arus mudik. Sementara itu, puncak arus balik di Bandara Soetta diprediksi terjadi pada 28 Maret, dengan estimasi 198.000 penumpang.
Untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, diproyeksikan sekitar 67.000 penumpang pada 14 Maret dan sekitar 73.000 penumpang pada arus balik tanggal 28 Maret. Kesiapan fasilitas dan personel di kedua bandara ini menjadi krusial untuk menghadapi lonjakan pergerakan penumpang.
Sumber: AntaraNews