Pemprov Sumut Latih 12.000 Pendamping Koperasi Merah Putih, Siap Beroperasi Penuh 2026
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara gencar menyiapkan Koperasi Merah Putih dengan melatih 12.000 pendamping dan 1.080 pengurus, menargetkan operasional penuh di seluruh desa dan kelurahan pada 2026. Bagaimana strategi ini akan mengubah perekonomian lokal?
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah meluncurkan inisiatif besar dengan memberikan pelatihan kepada 12.000 pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendamping agar mampu mempercepat operasional dan pengembangan bisnis koperasi di wilayah tersebut. Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan koperasi yang ditargetkan beroperasi di seluruh desa dan kelurahan di Sumut pada tahun 2026.
Wakil Gubernur Sumut, Surya, menegaskan pentingnya kompetensi bagi para pendamping dalam mendukung percepatan operasional dan pengembangan bisnis koperasi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pendamping, tetapi juga telah melatih 1.080 pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Sumut saat ini telah berbadan hukum, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi yang kuat.
Selain pelatihan, Pemprov Sumut juga aktif mendata aset tanah milik pemerintah provinsi serta kabupaten/kota yang dapat dimanfaatkan sebagai gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, bahkan telah meresmikan pembangunan fisik gerai Koperasi Desa Merah Putih Wonosari di Deli Serdang. Ini menjadi bagian dari rencana besar pembangunan 80.000 gerai, gudang, dan sarana pendukung koperasi di seluruh Indonesia.
Peningkatan Kompetensi untuk Koperasi Merah Putih
Pelatihan yang diberikan kepada 12.000 pendamping dan 1.080 pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih merupakan pilar utama dalam strategi Pemprov Sumut. Wakil Gubernur Sumut, Surya, menyatakan, "Sebagai pendamping harus memiliki kompetensi agar proses percepatan operasional koperasi, dan pengembangan bisnisnya." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya keahlian dalam mengelola dan mengembangkan koperasi.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat manajemen koperasi yang diharapkan aktif beroperasi mulai Maret 2026. Dengan adanya pendamping dan pengurus yang kompeten, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Program ini juga dirancang untuk memastikan bahwa koperasi memiliki fondasi yang kuat dalam aspek operasional dan pengembangan bisnis.
Data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumut menunjukkan bahwa terdapat 6.110 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Setiap koperasi ini didampingi oleh satu satuan tugas tingkat kabupaten/kota dan satu satuan tugas tingkat provinsi. Struktur pendampingan yang terorganisir ini diharapkan mampu memberikan dukungan maksimal bagi perkembangan koperasi.
Target Operasional dan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih
Pemprov Sumut menargetkan seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi penuh di seluruh desa dan kelurahan pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah provinsi tengah melakukan pendataan aset tanah yang dapat dialokasikan sebagai lokasi gerai koperasi. Langkah ini menunjukkan komitmen serius dalam menyediakan infrastruktur pendukung yang memadai bagi koperasi.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, di Kabupaten Deli Serdang. "Peletakan batu pertama ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan 80.000 gerai, gudang, dan sarana pendukung Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia," kata Bobby. Ini menandakan skala besar dari proyek pengembangan koperasi ini.
Secara serentak, sebanyak 800 gerai, gudang, dan sarana pendukung lainnya juga dibangun oleh satuan jajaran TNI AD, yang disaksikan secara virtual di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan ekonomi koperasi dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat. Dengan demikian, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang signifikan.
Sumber: AntaraNews