Pemprov Jabar Jamin Jalan Provinsi Bebas Lubang untuk Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan seluruh ruas Jalan Provinsi Jabar Mudik Lebaran 2026 akan bebas lubang, demi kelancaran dan keselamatan para pemudik yang melintas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berkomitmen penuh menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Seluruh ruas jalan provinsi di Jawa Barat dipastikan dalam kondisi mantap dan bebas lubang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para pemudik yang akan melintas.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi, menegaskan perbaikan jalan terus dikebut. Saat ini, persentase jalan provinsi yang mantap telah mencapai 91,68 persen atau sepanjang 2.362,183 kilometer. Targetnya adalah tidak ada lagi jalan berlubang saat Idul Fitri nanti.
Selain infrastruktur jalan, Pemprov Jabar juga menyiapkan berbagai antisipasi risiko teknis dan layanan pendukung. Ini termasuk unit penanganan bencana dan posko pelayanan terpadu. Persiapan matang ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan selama perjalanan mudik.
Infrastruktur Jalan Mantap untuk Mudik Aman
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat terus mengoptimalkan kondisi jalan provinsi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan jalur mudik Lebaran 2026 bebas dari hambatan. Kondisi jalan yang mantap menjadi prioritas utama demi keselamatan pengguna jalan.
Agung Wahyudi menyampaikan bahwa perbaikan jalan berlubang sedang gencar dilaksanakan di berbagai titik. Dari total panjang jalan provinsi, 2.362,183 kilometer atau 91,68 persen telah dalam kondisi mantap. Targetnya, tidak ada satu pun lubang yang tersisa saat puncak arus mudik Idul Fitri.
Komitmen ini mencerminkan keseriusan Pemprov Jabar dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jalan yang mulus dan bebas lubang diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, perjalanan mudik juga akan terasa lebih nyaman dan efisien.
Kesiapsiagaan Bencana dan Penanganan Cepat di Jalur Mudik
Untuk mengantisipasi potensi kerusakan mendadak atau bencana alam di jalur padat, Pemprov Jabar menyiagakan 19 titik Disaster Relief Unit (DRU). Unit-unit ini berfungsi sebagai garda terdepan penanganan darurat. Kehadiran DRU sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Operasional DRU akan didukung penuh oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti. Tim ini divalidasi untuk bergerak cepat menangani kerusakan jalan, terutama di area perkotaan dan titik rawan kecelakaan. Mereka juga siap merespons laporan masyarakat secara mendesak.
Tim URC Bima Sakti dilengkapi dengan berbagai peralatan berat dan ringan yang canggih. Peralatan tersebut meliputi 20 mini excavator, 56 dump truck, 6 jembatan bailey, 40 pick up, 6 wheel loader, serta 81 pemadat. Alat-alat ini disebar strategis di wilayah seperti Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya.
Posko Piket Lebaran, Layanan Terpadu untuk Pemudik
Selain fokus pada infrastruktur, Pemprov Jabar juga memperkuat aspek pelayanan bagi pemudik dengan menyediakan 60 Posko Piket Lebaran 2026. Posko-posko ini tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di seluruh Jawa Barat. Ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Pemprov Jabar.
Posko-posko ini dirancang sebagai layanan satu tempat (one-stop service) yang menyediakan berbagai fasilitas penting. Pemudik dapat memanfaatkan tempat istirahat, air minum gratis, dan fasilitas toilet yang bersih. Kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama.
Petugas di setiap posko juga akan menyuplai informasi krusial yang dibutuhkan pemudik. Informasi tersebut mencakup jalur alternatif, titik rawan bencana, serta pemetaan kemacetan terkini. Dengan adanya posko ini, diharapkan gangguan selama perjalanan mudik dapat diminimalisir secara signifikan.
Sumber: AntaraNews