KemenPUPR Pastikan Kesiapan Jalan Nasional Banten Dukung Arus Mudik Lebaran 2026
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten untuk arus mudik Lebaran 2026, khususnya menuju Pelabuhan Merak, demi perjalanan yang aman dan nyaman.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026 menuju Pelabuhan Merak. Menteri KemenPUPR, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kesiapan ini menjadi prioritas mengingat Banten adalah gerbang utama menuju Pulau Sumatera.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga telah merampungkan berbagai pekerjaan preservasi jalan. Pekerjaan ini ditargetkan selesai sebelum batas waktu H-10 Lebaran. Tujuannya adalah untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya yang akan menyeberang Merak–Bakauheni.
Dody Hanggodo menyatakan, “Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas kami targetkan selesai sebelum H-10 Lebaran.” Ia menambahkan, “Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik.”
Fokus Kesiapan Infrastruktur Jalan Nasional Banten
Kepala BPJN Banten, Primawan Avicenna, menyampaikan bahwa secara umum kondisi jaringan jalan nasional di Provinsi Banten sepanjang 560 km berada dalam kondisi baik. Tingkat kemantapan jalan tersebut telah mencapai 96 persen. Beberapa pekerjaan fisik yang sebelumnya masih berjalan, kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Primawan Avicenna menjelaskan, “Target kami H-10 Lebaran seluruh pekerjaan sudah rampung sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman.” Ia juga menegaskan, “Setelah periode tersebut, tidak ada lagi pekerjaan pengaspalan maupun pembetonan di badan jalan.”
Komitmen ini menunjukkan upaya serius KemenPUPR dalam memastikan kelancaran arus mudik. Kesiapan jalan nasional Banten menjadi kunci utama bagi kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Upaya preservasi ini mencakup berbagai perbaikan dan pemeliharaan rutin.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Posko Lebaran
Meskipun kondisi jalan sudah mantap, BPJN Banten tetap menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kerusakan akibat cuaca ekstrem. Penanganan cepat akan dilakukan melalui metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) menggunakan material CPHMA. Dukungan peralatan di lapangan juga telah disiagakan untuk respons yang sigap.
Selain itu, KemenPUPR juga menyiagakan 8 posko Lebaran di sepanjang jalan nasional Banten. Posko-posko ini akan beroperasi selama masa mudik. Keberadaan posko bertujuan untuk membantu pengguna jalan yang membutuhkan bantuan atau informasi.
Langkah-langkah preventif dan responsif ini menunjukkan kesiapan menyeluruh. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi hambatan selama periode mudik. Ketersediaan posko juga memberikan rasa aman tambahan bagi para pemudik.
Strategi Pengaturan Lalu Lintas Menuju Pelabuhan Utama
Sebagai salah satu gerbang utama menuju Pulau Sumatera, arus kendaraan di Banten diperkirakan meningkat signifikan. Peningkatan ini terutama menuju tiga pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Sejumlah skenario pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan. Contohnya adalah pengaturan akses utama menuju Pelabuhan Merak dari Exit Tol KM 98. Apabila terjadi antrean panjang, kendaraan akan diarahkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri untuk mengurai kepadatan.
Dalam kondisi tertentu seperti cuaca buruk yang menghambat proses bongkar muat kapal, kepolisian dapat menerapkan delaying system. Sistem ini mengalihkan arus kendaraan secara bertahap menuju Simpang Susun Cilegon Barat hingga Simpang Susun Cilegon Timur.
KemenPUPR juga mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama periode mudik. Titik-titik tersebut antara lain kawasan akses menuju Pelabuhan Merak – Kota Cilegon, Simpang Gerem – Jalan Arteri Cilegon, akses menuju Pelabuhan Ciwandan, serta ruas Serang – Cilegon yang merupakan koridor utama distribusi kendaraan dari Jakarta menuju pelabuhan.
Sumber: AntaraNews