Menteri PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol Arus Balik Lebaran 1447 H
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan infrastruktur jalan tol arus balik Lebaran 1447 H dalam kondisi prima, siap melayani jutaan pemudik kembali ke Jakarta.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan kesiapan infrastruktur jalan tol untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan guna menjamin kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan di berbagai ruas utama.
Peninjauan langsung dilakukan oleh Dody Hanggodo bersama Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang. Mereka memastikan kondisi jalan tol aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan yang melintas.
Kesiapan ini menjadi prioritas utama, terutama mengingat kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung serta potensi peningkatan volume lalu lintas. Perbaikan jalan telah rampung sebelum H-10 Lebaran untuk meminimalisir gangguan.
Fokus Kesiapan Infrastruktur Jalan Tol
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo secara tegas menyatakan bahwa kualitas infrastruktur jalan tol terus dijaga. Pihaknya memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas dan keamanan bagi pemudik. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran 1447 H untuk menjamin kelancaran perjalanan.
Dody Hanggodo menekankan pentingnya respons cepat terhadap potensi kerusakan jalan, seperti lubang, yang mungkin timbul. Kerusakan ini bisa diakibatkan oleh curah hujan tinggi, peningkatan volume lalu lintas, atau kendaraan angkutan barang yang melintas saat pembatasan.
Apabila ditemukan kerusakan, perbaikan maksimal harus dilakukan dalam waktu 1x24 jam. Instruksi ini bertujuan agar tidak mengganggu kelancaran arus balik dan menjaga keselamatan para pengguna jalan tol.
Antisipasi Arus Balik dan Rekayasa Lalu Lintas
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, melaporkan bahwa kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar. Periode puncak arus balik pada 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi dengan baik.
Jasa Marga bersama pemangku kepentingan terkait akan mengelola peningkatan arus balik yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 secara optimal. Seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat, khususnya pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta.
Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga saat ini mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti one way dan contraflow. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari beberapa ruas tol utama.
Optimalisasi Layanan dan Fasilitas Pendukung
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur jalan dan fasilitas rest area menjadi fokus utama untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan. Evaluasi dan penataan rest area terus dilakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitasnya.
Pengguna jalan diimbau untuk mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa. Pilihan ini tersedia mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol mengalami kepadatan.
Berdasarkan data hingga Jumat (27/3), tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabodetabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026.
Rivan A. Purwantono memastikan bahwa sekitar 25 persen pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026. Kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dipastikan dalam kondisi optimal guna menjaga arus balik tetap terkendali, tanpa adanya pekerjaan konstruksi besar selama periode arus mudik dan balik.
Sumber: AntaraNews