Pemprov DKI Gencar Gelar Job Fair, Efektifkah Serap Tenaga Kerja?
Syarifuddin menyampaikan, dari hasil rekapitulasi data per 16 Juli 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap melalui job fair sebanyak 1.367 orang.
Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar job fair yang resmi dibuka pada Kamis (24/7). Tercatat, per Juli 2025 ini sudah diselenggarakan 13 job fair.
Rinciannya, enam job fair wilayah gelombang I, satu job fair universitas, lima job fair wilayah gelombang II dan 1 job fair SMK. Rencananya, bakal ada 25 job fair yang bakal dihelat di 2025 yang dimaksudkan untuk menyerap tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Syarifuddin menyampaikan, dari hasil rekapitulasi data per 16 Juli 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap melalui job fair sebanyak 1.367 orang.
"Dalam penyelenggaraan Job Fair, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta berkomitmen agar kegiatan job fair ini berdampak nyata dan tidak sekadar bersifat seremonial semata,” kata Syarifuddin kepada Liputan6.com saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).
Syarifuddin menjelaskan, seluruh proses dalam job fair dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari proses persiapan, pengawasan, publikasi, hingga evaluasi.
Menurut Syarifuddin, pada tahap persiapan, seluruh perusahaan peserta job fair dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kriteria tertentu, termasuk legalitas, kebutuhan tenaga kerja riil, dan keterbukaan terhadap penyandang disabilitas.
Kemudian, pada tahap monitoring pelaksanaan job fair dilakukan secara aktif dengan mengukur indikator seperti jumlah pencari kerja yang hadir, jumlah lamaran yang masuk, proses wawancara, hingga tindak lanjut rekrutmen.
Publikasi Lebih Masif dan Terbuka
Lalu, publikasi kegiatan pun dilakukan secara lebih masif dan terbuka, termasuk penyampaian informasi jabatan yang dibuka sejak awal, serta penyediaan kemudahan registrasi online agar proses partisipasi menjadi lebih praktis.
Tahapan evaluasi pun dilakukan setiap kali penyelenggaraan job fair guna memastikan agar pelaksanaan job fair berikutnya semakin efektif dalam mendekatkan pencari kerja dengan pemberi kerja.
"Konsep job fair akan terus dikembangkan menjadi education and training job fair, yang tidak hanya menawarkan lowongan pekerjaan tetapi juga memberikan ruang edukasi terkait keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja dan peluang pelatihan," katanya.
Syarifuddin menyebut, pelaksanaan job fair juga terus diarahkan ke wilayah-wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat, agar akses pencari kerja semakin mudah. Dengan ini, job fair diharapkan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan, dan mendukung percepatan penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta.
Selain job fair, Disnakertransgi juga menggagas sejumlah program lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat guna menurunkan pengangguran, di antaranya menyediakan program pelatihan kompetensi dan peningkatan produktivitas.