Pemkot Malang Tegaskan Penanganan PMK Berhasil, Vaksinasi Terus Digencarkan
Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) berhasil menangani dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ditemukan sejak awal Januari 2026. Upaya pencegahan dan vaksinasi PMK di Kota Malang terus diintensifkan untuk melindungi hewan ternak.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan bahwa dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terdeteksi sejak awal Januari 2026 di wilayahnya telah berhasil ditangani dengan baik. Penanganan cepat ini menjadi prioritas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di kalangan hewan ternak. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan kondisi hewan yang terpapar telah pulih.
Slamet Husnan mengungkapkan bahwa kasus PMK tersebut muncul di wilayah Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kedua sapi yang terjangkit PMK kini telah dinyatakan sembuh berkat tindakan intensif dari tim Dispangtan. Penanganan ini menunjukkan kesigapan Pemkot Malang dalam merespons ancaman penyakit hewan menular.
Langkah-langkah penanganan yang sigap ini melibatkan pemberian antibiotik dan vitamin pada hewan ternak yang sakit. Selain itu, Dispangtan Kota Malang juga mengintensifkan upaya pencegahan. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, demi menjaga kesehatan populasi ternak di Kota Malang.
Dua Kasus PMK Berhasil Ditangani di Kota Malang
Dua kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi milik peternak di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, telah berhasil ditangani secara efektif. Sapi-sapi tersebut menunjukkan ciri-ciri khas PMK, seperti mulut mengeluarkan air liur dan ditemukan luka pada kuku.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan bahwa kedua sapi yang terjangkit PMK kini telah dinyatakan sembuh. Penanganan cepat ini merupakan hasil dari tindakan intensif yang dilakukan tim Dispangtan di lapangan. Mereka segera memberikan antibiotik dan vitamin untuk mempercepat proses pemulihan hewan ternak.
Keberhasilan penanganan ini menunjukkan kesiapan Pemkot Malang dalam menghadapi potensi wabah PMK. Dengan respons yang cepat dan tepat, penyebaran penyakit dapat diminimalisir. Hal ini juga memberikan rasa aman bagi para peternak di Kota Malang.
Upaya Pencegahan dan Pengawasan Ketat
Untuk mencegah terulangnya kasus PMK, Dispangtan Kota Malang mengintensifkan serangkaian upaya pencegahan di seluruh wilayah. Salah satu langkah penting adalah penyemprotan cairan desinfektan secara rutin di kandang-kandang ternak milik peternak. Tindakan ini bertujuan untuk membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit di lingkungan kandang.
Selain itu, Pemkot Malang juga memperketat pengawasan terhadap distribusi hewan ternak yang masuk ke wilayah setempat. Setiap hewan ternak yang masuk harus dipastikan telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). SKKH ini menjadi bukti bahwa hewan ternak dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular, termasuk PMK.
Meskipun demikian, Slamet Husnan menyatakan bahwa Pemkot Malang belum menerapkan penyekatan wilayah secara penuh. Fokus utama saat ini adalah pada pengawasan ketat dan upaya pencegahan di tingkat peternakan. Pendekatan ini diharapkan lebih efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit tanpa mengganggu aktivitas ekonomi.
Strategi Vaksinasi PMK di Kota Malang
Pemerintah Kota Malang juga memaksimalkan program penyuntikan vaksin anti-PMK bagi sapi milik peternak sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Dispangtan Kota Malang telah menerima sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Pelaksanaan vaksinasi akan dimulai secara bertahap pada Februari 2026. Meskipun 1.000 dosis vaksin telah diterima, Slamet Husnan mengakui bahwa jumlah tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan penanganan PMK di Kota Malang. Populasi sapi di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.500 ekor.
Apabila stok vaksin habis, Dispangtan Kota Malang akan segera mengajukan usulan pengalokasian vaksin tambahan kepada Pemprov Jawa Timur. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Malang untuk terus melindungi hewan ternak dari PMK. Distribusi vaksin dari provinsi juga dibagi ke daerah lain di Jawa Timur, sehingga koordinasi yang baik sangat diperlukan.
Sumber: AntaraNews